• Home
  • About Us
    History Vision and Mission Rules Service Hours Facilities Librarian Organizational Structure Library News
  • Library Services
    On-site Reading Service Circulation Service Reference Service Information Search Service Information Literacy Guidance Extension Service
  • Reference Services
    Information Desk Service Reference Collection Guidance Search Service Consultation Service Information Alert Service
  • Membership
    Member Area Guest Book Needs Survey Satisfaction Survey Online Member Registration FAQ
  • OPAC
  • Select Language : English Indonesian
All Computer Philosophy Religion Social Sciences Language Science Technology Arts Literature History

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMA KTB
  2. Katalog
  3. AMERTA 30 nomor 1
REPOSITORY ITEM
Kemendikdasmen Repository
Kembali

AMERTA 30 nomor 1

Prasetyo, Bagyo; Noerwidi, Sofwan; Cahyono, M. Dwi; Harkatiningsih, Naniek; Ririmasse, Marlon NR

STONE JAR IN SUMBAWA:
DISTRIBUTION, TYPE, AND TECHNOLOGY
Bagyo Prasetyo
Tempayan Batu di Sumbawa: Distribusi, Tipe, dan Teknologi. Di bagian barat Pulau Sumbawa terdapat peninggalan megalitik berupa tempayan batu, yang tersebar di beberapa tempat di Kabupaten dan Kota Bima (Nusa Tenggara Barat). Penelitian yang dilakukan di kawasan ini lebih difokuskan pada persebaran situs-situs, bentuk-bentuk tempayan maupun teknologi pembuatannya. Hasil penelitian telah menunjukkan adanya 8 situs yang tersebar di tiga desa meliputi Desa Rora, Palama, dan Kumbe, dengan jumlah temuan sebanyak 21 buah yang terdiri dari 18 wadah dan 3 tutup tempayan batu. Berdasarkan tipe morfologi membuktikan adanya beberapa bentuk yang membedakan dengan tempayan-tempayan batu yang ditemukan di kawasan Lembah Napu, Besoa, Bada di Sulawesi Tengah, Toraja di Sulawesi Selatan, dan Samosir di Sumatra Utara. Selain itu fakta juga memberikan adanya bukti-bukti teknologi berupa jejak-jejak pengerjaan pada tempayan batu.

YOUNGER TOBA TEPHRA 74 KYA:
IMPACT ON REGIONAL CLIMATE, TERRESTIAL ECOSYSTEM, AND PREHISTORIC HUMAN POPULATION
Sofwan Noerwidi
Abstrak. Tephra Danau Toba yang Lebih Muda (74 Kya): Efeknya pada Iklim Regional, Ekosistem Darat, dan Populasi Manusia Prasejarah. Salah satu aktivitas vulkanik terbesar yang diperkirakan menjadi penyebab musim dingin vulkanik yang sangat dahsyat pada periode Kuarter adalah letusan Toba pada 74 ka, di Sumatra Utara, Indonesia. Berdasarkan pada teori bencana Toba, ha! itu mengakibatkan musnahnya hampir seluruh populasi manusia, dan membentuk bottleneck yang terekam pada gen yang diturunkan di seluruh populasi manusia saat ini. Tulisan ini membicarakan tentang erupsi Toba serta pengaruhnya pada perubahan lingkungan flora, fauna, dan manusia berdasarkan pada hasil penelitian terdahulu.

MAKNA DAN FUNGSI SIMBOL SEKS
DALAM RITUS KESUBURAN MASA MAJAPAHIT
M. Dwi Cahyono
Simbol seks melintas ruang dan waktu. Tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan di berbagai belahan dunia. Tidak terkecuali di berbagai daerah di Nusantara semenjak masa Prasejarah, Hind\1-Buddha, dan awal perkembangan Islam, bahkan hingga kini tradisinya masih terus berlanjut di banyak tempat. Sebagai suatu petanda budaya, baik berwujud ikonik ataupun simbolik, ia memiliki makna terkait dengan kesuburan, yakni kesuburan manusia, binatang, maupun tanaman. Sebagai simbol/ikon yang merepresentasikan makna kesuburan, baik dalam bentuk area, relief candi ataupun ungkapan tekstual, kehadirannya di dalam sosio-budaya Jawa masa lalu dimaksudkan untuk menopang fungsi penyubur. Oleh karena itu, ia diposisikan sebagai sesuatu yang penting, terutama bagi para petani. Kepentingan itulah yang melatari mengapa phallus, vulva, payudara dan sanggama dalam konteks religius tertentu diyakini sebagai benda dan perbuatan suci, yang dipuja atau dilakukan dalam suatu ritus, yakni ritus kesuburan.

KOTARENTANG, SUMATRA UTARA:
JALUR PERDAGANGAN PANTAI TIMUR SUMATRA
Naniek Harkantiningsih dan Sonny C. Wibisono
Kota Rentang adalah sebuah situs barn yang ditemukan di kawasan Muara Belawan, Medan pada tahun 2008. Dalam artikel ini akan dipresentasikan bukti-bukti arkeologi yang ditemukan melalui kegiatan ekskavasi. Dalam konteks kawasan Muara Belawan penemuan situs Kota Rentang ini menjadi penting artinya, karena di kawasan ini pula pernah ditemukan situs yang cukup dikenal yaitu Kota Cina. Sebuah situs permukiman di daerah rawa pantai yang mengandung temuan keramik dari masa Song-Yuan, dan situs lain Paya pasir tempat ditemukan bangkai kapal kuno. Analisis keramik menjadi kunci penting menelusuri situs-situs perdagangan di Muara Belawan, kapan Kota Rentang mulai berperan dalam jaringan perdagangan. Studi ini juga dilakukan perbandingkan variabilitas dan kronologi keramik antara Situs Kota Rentang dan Situs Kota Cina yang terletak dalam satu sistem jaringan sungai pesisir-pedalaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pertumbuhan pusat-pusat kota pantai yang berperan dalam jaringan perdagangan regional abad 12 - 16 di pantai timur Sumatra bagian utara khsusunya di kawasan Muara Belawan.

LAUT UNTUK SEMUA: MATERIALISASI BUDAYA BAHARI DI KEPULAUAN MALUKU TENGGARA
Marlon NR Ririmasse
Sejak tahun 1982 Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan UNESCO telah menetapkan tanggal 18 April sebagai hari intemasional untuk monumen dan situs. Tahun 2011 ini peringatan hari penting bagi segenap pemerhati pusaka budaya tersebut dilekatkan dengan tema Cultural Heritage of Water. Menyandang gelar terhormat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan kebersamaan geografis yang direkat secara bahari, gaung perayaan hari penting dengan tema spesifik ini sepertinya tidak terdengar di Indonesia. Pertengahan tahun memang telah lewat, namun agaknya belum terlambat untuk meninjau tema menarik di atas. Bersamaan dengan momentum khas dimaksud, bukan kebetulan kiranya jika saat ini Maluku dan enam daerah lain bergegas untuk diakui sebagai provinsi kepulauan dengan memilih laut sebagai identitas. Hal mana yang juga berarti peran kajian sejarah budaya bahari menjadi sentral sifatnya. Makalah ini mencoba untuk mengamati peran laut dan kawasan perairan dalam konstruksi sejarah budaya di Kepulauan Maluku Tenggara beserta segenap manifestasi material atas cara pandang spesifik tentang bentang bahari ini. Tentu dengan harapan bahwa diskusi sederhana pada tahap mula ini mampu menciptakan ruang untuk mendorong peran studi arkeologi dalam mewujudkan laut sebagai sumber nilai-nilai universal bagi jati diri, ilmu pengetahuan dan kesejahteraan bersama.
Detail Information
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional
Tahun
2012
Bahasa
id
Last Updated
2017-04-21T01:22:30Z
Subjects / Keywords
Penelitian dan Pengembangan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMA KTB
SMA KTB
  • Login as Admin
  • Download Application Manual

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Visitor Statistics

Today 383
Online: 383 Onsite: 0
This Month 5.104
Online: 5.104 Onsite: 0
Total 40.358
Online: 40.358 Onsite: 0

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Powered by SLiMS | Managed by ePERPUS WhatsApp

Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search

Fill in one or more fields below to narrow your search

Where do you want to share?
Home OPAC Login Register