• Home
  • About Us
    History Vision and Mission Rules Service Hours Facilities Librarian Organizational Structure Library News
  • Library Services
    On-site Reading Service Circulation Service Reference Service Information Search Service Information Literacy Guidance Extension Service
  • Reference Services
    Information Desk Service Reference Collection Guidance Search Service Consultation Service Information Alert Service
  • Membership
    Member Area Guest Book Needs Survey Satisfaction Survey Online Member Registration FAQ
  • OPAC
  • Select Language : English Indonesian
All Computer Philosophy Religion Social Sciences Language Science Technology Arts Literature History

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMA KTB
  2. Katalog
  3. Analisis kandungan fluorine (F) di dalam fosiltulang dan gig...
REPOSITORY ITEM
Kemendikdasmen Repository
Kembali

Analisis kandungan fluorine (F) di dalam fosiltulang dan gigi: kasus dari gua Pawon, Sangiran, dan Kalitidu

Arif, Johan; Siregar, Darwin A.

Tulang akan mengalami proses diagenesa ketika terkubur dalam tanah yang menyebabkan unsur
organik makin berkurang dan unsur anorganik makin bertambah kadarnya karena masuknya
unsur kimia anorganik dari luar, salah satunya adalah unsur F (fluorine). Penelitian ini membahas
tentang kandungan F (fluorine) pada fosil-fosil tulang dan gigi yang bersifat insitu dan tidak insitu
yang berasal dari Gua Pawon di Jawa Barat, Sangiran di Jawa Tengah, dan Kalitidu di Jawa
Timur. Kandungan F (fluorine) pada fosil tulang dan gigi dapat digunakan untuk menentukan
sumber asal fosil yang berstatus tidak insitu dan tidak diketahui kedudukan stratigrafinya. Hasil
yang diperoleh adalah material yang berasal dari Gua Pawon mempunyai kadar F (fluorine)
yang bervariasi. Material fosil dari Kalitidu yang berstatus insitu mempunyai kadar F (fluorine)
yang relatif sama, sedangkan material fosil yang berstatus tidak insitu mempunyai kadar F
(fluorine) paling tinggi. Material fosil dari Sangiran memiliki hubungan kandungan F (fluorine)
dengan usia formasi yang berbeda dengan Gua Pawon dan Kalitidu, yaitu semakin kecil kadar F
(fluorine) pada fosil tulang dan gigi, maka semakin tua umur fosil. Salah satu material fosil, yaitu
gigi geraham Homo erectus (JA-41), merupakan fosil gigi Homo erectus termuda yang pernah
ditemukan di Sangiran.
Detail Information
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan
Bahasa
id
Last Updated
2020-01-14T03:22:39Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Arkeologi
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMA KTB
SMA KTB
  • Login as Admin
  • Download Application Manual

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Visitor Statistics

Today 820
Online: 820 Onsite: 0
This Month 6.462
Online: 6.462 Onsite: 0
Total 41.716
Online: 41.716 Onsite: 0

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Powered by SLiMS | Managed by ePERPUS WhatsApp

Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search

Fill in one or more fields below to narrow your search

Where do you want to share?
Home OPAC Login Register