Tantangan dan peluang pengelolaan cagar budaya dari perspektif arkeologi: kasus kawasan Kota Lama Semarang
Kriswandhono, A.
Dalam salah satu sidang SEAMEO-SPAFA (Southeast Asian Ministers of Education Organization Project of Archaeology and Fine Arts) dikatakan bahwa mengelola sumberdaya budaya adalah seperti mengelola sebuah usaha ekonomi layaknya. Pada awalnya harus mempunyai konsep yang jelas. Tanpa konsep yang jelas, kita tidak dapat menerangkan ruang lingkup pekerjaan. Tanpa proses dan teknik kita tidak dapat mendefinisikan langkah untuk mencapai tujuan yang berkualitas. Kebudayaan yang tidak berkualitas tidak dapat terlihat arah perkembangannya. Dan jika pengelolaannya tanpa indikator kita tidak dapat mencapai standar pekerjaan sehingga keberlanjutannya (sustainability) tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan: Balai Konservasi Borobudur
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2017-03-21T05:16:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography