PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM BANTUAN HORTIKULTURA DI KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU
Julianty, Rahmi Dwi
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis persepsi petani hortikultura
terhadap program bantuan hortikultura yang dijalankan dan menganalisis biaya
dan pendapatan petani hortikulura yang mendapat bantuan program hortikultura.
Metode penelitian untuk menentukan daerah dilakukan secara Simple
Random Sampling, sedangkan untuk penarikan sampel dilakukan dengan
menggunakan Tabel Sekaran. Metode analisis data untuk menganalisis persepsi
petani menggunakan metode Pemodelan Rasch dengan perangkat lunak Winstep
versi 3.73. Metode menganalisis pendapatan petani menggunakan Rumus Analisis
Biaya, Pendapatan, dan Penyusutan.
Secara umum responden memiliki persepsi yang baik terhadap program
hortikultura, hal ini dapat dilihat dari persentase item pertanyaan yang memiliki
persepsi baik yaitu 50,66% lebih banyak dibandingkan dengan persepsi tidak baik
dengan persentase 38,1%.
Biaya dan pendapatan usahatani cabai yang termasuk dalam program
hortikultura yaitu biaya yang paling besar Rp. 12.182.525 dengan luas lahan 1,75
ha dan biaya yang terkecil yaitu Rp. 1.706.729 dengan luas lahan 0,04 ha dan rata�rata biaya yaitu Rp. 4.817.898. Sedangkan pendapatan yang paling besar
Rp.77.817.475 dengan luas lahan 1,75 ha dan pendapatan yang terkecil yaitu Rp.
1.119.833 dengan luas lahan 0,035 ha dan rata-rata pendapatan yaitu
Rp.13.355.272, ini membuktikan bahwa pendapatan usahatani cabai dengan
adanya program hortikultura kurang menguntungkan bagi petani, hal ini
dikarenakan beberapa faktor yang terjadi seperti gagal panen, pemasaran, kurang
alat untuk produksi, dan lain-lain.
terhadap program bantuan hortikultura yang dijalankan dan menganalisis biaya
dan pendapatan petani hortikulura yang mendapat bantuan program hortikultura.
Metode penelitian untuk menentukan daerah dilakukan secara Simple
Random Sampling, sedangkan untuk penarikan sampel dilakukan dengan
menggunakan Tabel Sekaran. Metode analisis data untuk menganalisis persepsi
petani menggunakan metode Pemodelan Rasch dengan perangkat lunak Winstep
versi 3.73. Metode menganalisis pendapatan petani menggunakan Rumus Analisis
Biaya, Pendapatan, dan Penyusutan.
Secara umum responden memiliki persepsi yang baik terhadap program
hortikultura, hal ini dapat dilihat dari persentase item pertanyaan yang memiliki
persepsi baik yaitu 50,66% lebih banyak dibandingkan dengan persepsi tidak baik
dengan persentase 38,1%.
Biaya dan pendapatan usahatani cabai yang termasuk dalam program
hortikultura yaitu biaya yang paling besar Rp. 12.182.525 dengan luas lahan 1,75
ha dan biaya yang terkecil yaitu Rp. 1.706.729 dengan luas lahan 0,04 ha dan rata�rata biaya yaitu Rp. 4.817.898. Sedangkan pendapatan yang paling besar
Rp.77.817.475 dengan luas lahan 1,75 ha dan pendapatan yang terkecil yaitu Rp.
1.119.833 dengan luas lahan 0,035 ha dan rata-rata pendapatan yaitu
Rp.13.355.272, ini membuktikan bahwa pendapatan usahatani cabai dengan
adanya program hortikultura kurang menguntungkan bagi petani, hal ini
dikarenakan beberapa faktor yang terjadi seperti gagal panen, pemasaran, kurang
alat untuk produksi, dan lain-lain.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-08T04:47:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography