PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HERBAFARM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L)
Ridho, Muhammad Rasyid
Tanaman terung(solanum melongena L) merupakan salah satu andalan bagi
sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari permintaan pasar terhadap produk
hortikultura yang cenderung terus meningkat, khususnya sayuran. Kebutuhan
masyarakat akan sayur terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
dan kesadaran masyarakat tentang menjaga kesehatan serta pentingnya makan bergizi
semakin tinggi.
Produksi terung di Riau mengalami fluktuatif tiap tahunnya, produksi terung
mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 12.102 ton dari tahun sebelumnya yaitu
14883 ton (BPS Pekanbaru, 2015). Data ini menyatakan, perlu upaya peningkatan
produksi terung untuk dapat memenuhi kebutuhan. Beberapa upaya dapat dilakukan
untuk meningkatkan produksi salah satunya perbaikan tanah dengan pemupukan.
Salah satu pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhn dan produsi tanaman terung
adalah herbafarm.
Pupuk herbafarm merupakan pupuk organik cair hayati yang alami, tidak
mengandung bahan kimia, aman dan ramah lingkungan, karna pupuk herbafarm
mengandung azotobacter sp, azoprillium sp, bakteri pelarut fosfat, lactobacillus sp
pseudomonas sp, bakteri selulotik dan unsur hara makro dan mikro.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
Herbafarm serta mendapatkan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman terung (Solanum melongena L).
Penelitian ini telah dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktor, yang terdiri dari 5 (lima) taraf perlakuan
yaitu H0 (Tanpa pemberian pupuk Herbafarm), H1 (Pemberian pupuk Herbafarm 4
ml/l air/plot), H2 (Pemberian pupuk Herbafarm 8 ml/l air/plot), H3 (Pemberian pupuk
Herbafarm 12 ml/l air/plot), H4 (Pemberian pupuk Herbafarm 16 ml/l air/plot) dengan 4
( empat) kali ulangan, sehingga terdapat 20 unit plot percobaan, setiap unit terdiri dari 4
tanaman dengan 2 tanaman dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk herbafarm berpengaruh
nyata terhadap pertubuhan dan perkembangan tanaman terung pada parameter tinggi
tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah cabang produtif, jumlah buah dan berat buah
pertamanan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap panjang buah perlakuaan terbaik
adalah H3 dengan dosis 12 ml/1 air/ plot dengan mempertimbangkan ekoefisiensi
pemupukan.
sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari permintaan pasar terhadap produk
hortikultura yang cenderung terus meningkat, khususnya sayuran. Kebutuhan
masyarakat akan sayur terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
dan kesadaran masyarakat tentang menjaga kesehatan serta pentingnya makan bergizi
semakin tinggi.
Produksi terung di Riau mengalami fluktuatif tiap tahunnya, produksi terung
mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 12.102 ton dari tahun sebelumnya yaitu
14883 ton (BPS Pekanbaru, 2015). Data ini menyatakan, perlu upaya peningkatan
produksi terung untuk dapat memenuhi kebutuhan. Beberapa upaya dapat dilakukan
untuk meningkatkan produksi salah satunya perbaikan tanah dengan pemupukan.
Salah satu pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhn dan produsi tanaman terung
adalah herbafarm.
Pupuk herbafarm merupakan pupuk organik cair hayati yang alami, tidak
mengandung bahan kimia, aman dan ramah lingkungan, karna pupuk herbafarm
mengandung azotobacter sp, azoprillium sp, bakteri pelarut fosfat, lactobacillus sp
pseudomonas sp, bakteri selulotik dan unsur hara makro dan mikro.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
Herbafarm serta mendapatkan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman terung (Solanum melongena L).
Penelitian ini telah dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktor, yang terdiri dari 5 (lima) taraf perlakuan
yaitu H0 (Tanpa pemberian pupuk Herbafarm), H1 (Pemberian pupuk Herbafarm 4
ml/l air/plot), H2 (Pemberian pupuk Herbafarm 8 ml/l air/plot), H3 (Pemberian pupuk
Herbafarm 12 ml/l air/plot), H4 (Pemberian pupuk Herbafarm 16 ml/l air/plot) dengan 4
( empat) kali ulangan, sehingga terdapat 20 unit plot percobaan, setiap unit terdiri dari 4
tanaman dengan 2 tanaman dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk herbafarm berpengaruh
nyata terhadap pertubuhan dan perkembangan tanaman terung pada parameter tinggi
tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah cabang produtif, jumlah buah dan berat buah
pertamanan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap panjang buah perlakuaan terbaik
adalah H3 dengan dosis 12 ml/1 air/ plot dengan mempertimbangkan ekoefisiensi
pemupukan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:20:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography