PERKEMBANGAN TANAMAN NANGKA, PETAI, JENGKOL DAN GAHARU DENGAN SISTEM AGROFORESTRI DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG DI KEBUN KELAPA SAWIT
Susanti, Tri
Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari sistem
penanaman monokultur kelapa sawit adalah dengan sistem agroforestri. Pola tanam
agroforestry disamping bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan petani, juga sekaligus
bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Tujuan penelitian ini megetahui pemberian tiga jenis pupuk kandang terhadap
pertumbuhan jenis-jenis pohon tanaman kehutanan yang baru ditanam di antara pohon kelapa
sawit, berdasarkan rancangan praktis yang dibuat oleh petani pada lahan kebun sawit
miliknya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptip. Penelitian dilakukan
di salah satu kebun kelapa sawit masyarakat milik petani di Kelurahan Minas Jaya,
Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu pada
bulan Oktober 2018 – Januari 2019.Alat yang digunakan roll meter, kaliper, komputer,
kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tally sheet untuk
mencatat tingkat pertumbuhan pohon. Penentuan tanaman yang akan diamati dilakukan
secara bersama-sama dengan petani pemilik lahan. Dalam menentukan tanaman contoh tidak
ada kriteria khusus, namun dilakukan secara acak. Jumlah tanaman yang akan diukur adalah
sebanyak 36 pohon, terdiri dari jenis tanaman gaharu 12 batang, tanaman nangka 12 batang,
tanaman petai 12 batang, dan tanaman jengkol 12 batang. Dari setiap 12 batang pohon
tersebut mewakili 3 batang yang diberi pupuk kandang kotoran sapi, 3 batang yang diberi
pupuk kandang kotoran kambing, dan 3 batang yang diberi pupuk kandang kotoran ayam.
Pengamatan dilakukan mulai dari kegiatan pembuatan lobang tanam, pemberian pupuk
kandang, penanaman bibit, dan pertumbuhan tanaman setelah ditanam. Khusus untuk
pengamatan pertumbuhan tanaman yang diukur adalah perkembangan ukuran diameter
batang pada ketinggian 10 cm dan tinggi tanaman. Pengukuran dilakukan setiap 2 minggu
selama 16 minggu (lebih kurang 4 bulan).
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan persamaan dan perbedaan pertumbuhan
diameter dan tinggi dari tiap tiap jenis bibit dan pupuk. Pertumbuhan diameter nangka dengan
ketiga jenis pupuk kandang mengalami perubahan kenaikan 1 mm mulai dari minggu ke 10,
untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 2 cm mulai dari minggu
ke 6 pertumbuhan diameter petai dengan ketiga jenis pupuk kandang mengalami perubahan
kenaikan 1 mm terjadi pada minggu ke 16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan
kenaikan rata rata 2 cm mulai dari minggu ke 6 pertumbuhan diameter jengkol hanya
mengalami kenaikan pada pupuk kandang kotoran ayam perubahan kenaikan 1 mm terjadi
pada minggu ke 16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 2 cm
mulai dari minggu ke 6 pertumbuhan diameter gaharu hanya mengalami kenaikan pada
pupuk kandang kotoran ayam dan kambing perubahan kenaikan 1 mm terjadi pada minggu ke
16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 1 cm
penanaman monokultur kelapa sawit adalah dengan sistem agroforestri. Pola tanam
agroforestry disamping bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan petani, juga sekaligus
bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Tujuan penelitian ini megetahui pemberian tiga jenis pupuk kandang terhadap
pertumbuhan jenis-jenis pohon tanaman kehutanan yang baru ditanam di antara pohon kelapa
sawit, berdasarkan rancangan praktis yang dibuat oleh petani pada lahan kebun sawit
miliknya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptip. Penelitian dilakukan
di salah satu kebun kelapa sawit masyarakat milik petani di Kelurahan Minas Jaya,
Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu pada
bulan Oktober 2018 – Januari 2019.Alat yang digunakan roll meter, kaliper, komputer,
kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tally sheet untuk
mencatat tingkat pertumbuhan pohon. Penentuan tanaman yang akan diamati dilakukan
secara bersama-sama dengan petani pemilik lahan. Dalam menentukan tanaman contoh tidak
ada kriteria khusus, namun dilakukan secara acak. Jumlah tanaman yang akan diukur adalah
sebanyak 36 pohon, terdiri dari jenis tanaman gaharu 12 batang, tanaman nangka 12 batang,
tanaman petai 12 batang, dan tanaman jengkol 12 batang. Dari setiap 12 batang pohon
tersebut mewakili 3 batang yang diberi pupuk kandang kotoran sapi, 3 batang yang diberi
pupuk kandang kotoran kambing, dan 3 batang yang diberi pupuk kandang kotoran ayam.
Pengamatan dilakukan mulai dari kegiatan pembuatan lobang tanam, pemberian pupuk
kandang, penanaman bibit, dan pertumbuhan tanaman setelah ditanam. Khusus untuk
pengamatan pertumbuhan tanaman yang diukur adalah perkembangan ukuran diameter
batang pada ketinggian 10 cm dan tinggi tanaman. Pengukuran dilakukan setiap 2 minggu
selama 16 minggu (lebih kurang 4 bulan).
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan persamaan dan perbedaan pertumbuhan
diameter dan tinggi dari tiap tiap jenis bibit dan pupuk. Pertumbuhan diameter nangka dengan
ketiga jenis pupuk kandang mengalami perubahan kenaikan 1 mm mulai dari minggu ke 10,
untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 2 cm mulai dari minggu
ke 6 pertumbuhan diameter petai dengan ketiga jenis pupuk kandang mengalami perubahan
kenaikan 1 mm terjadi pada minggu ke 16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan
kenaikan rata rata 2 cm mulai dari minggu ke 6 pertumbuhan diameter jengkol hanya
mengalami kenaikan pada pupuk kandang kotoran ayam perubahan kenaikan 1 mm terjadi
pada minggu ke 16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 2 cm
mulai dari minggu ke 6 pertumbuhan diameter gaharu hanya mengalami kenaikan pada
pupuk kandang kotoran ayam dan kambing perubahan kenaikan 1 mm terjadi pada minggu ke
16, untuk pertambahan tinggi mengalami perubahan kenaikan rata rata 1 cm
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:40:15Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography