Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Seledri (Apium graveolens L) Akibat Pemberian pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu
Hernawati, Hernawati
Tanaman seledri (Apium graveolens L) merupakan salah satu komoditas
sayuran yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak digunakan sebagai sayuran,
penyedap dan tampilan makanan. Tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan
obat-obatan karena dalam daunnya banyak mengandung saponin, flavonoida, dan
polifenol. POC limbah tahu mengandung unsur hara N 1,24 %, P2O5 5,54 %,
K2O 1,34 % dan C-Organik 5,803% yang berpotensi untuk meningkatkan
kesuburan tanah yang merupakan unsur hara essensial yang di butuhkan
tanaman. Unsur N berperan dalam pembentukan klorofil, sehingga meningkatkan
laju fotosintesis yang dimanfaatkan untuk meningkatkan tinggi tanaman.
Tujuan penelitian untuk melihat respon dan mendaptkan konsentarsi POC
limbah tahu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri
(Apium graveolens L). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5
perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 plot, setiap plot terdapat 4
tanaman dan 2 tanaman dijadikan sebagai sampel.
Perlakuan dalam penelitian ini antara lain T0 = tanpa pemberian POC
limbah tahu, T1 = Pemberian POC limbah tahu dengan konsentrasi 12,5%, T2 =
Pemberian POC limbah tahu dengan konsentrasi 25%, T3 = Pemberian POC
limbah tahu dengan konsentrasi 37,5%, T4 = Pemberian POC limbah tahu
dengan konsentrasi 50%. Pengamatan dilakukan pada akhir penelitian. Adapun
parameter yang akan diamati di dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman,
jumlah anakan, berat segar, berat konsumsi dan volume akar. Hasil penelitian
menyatakan bahwa pemberian POC limbah tahu berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, berat konsumsi dan volume akar.
Hasil terbaik dari pemberian POC limbah tahu terdapat pada taraf T3 dengan
konsentrasi 37,5%.
sayuran yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak digunakan sebagai sayuran,
penyedap dan tampilan makanan. Tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan
obat-obatan karena dalam daunnya banyak mengandung saponin, flavonoida, dan
polifenol. POC limbah tahu mengandung unsur hara N 1,24 %, P2O5 5,54 %,
K2O 1,34 % dan C-Organik 5,803% yang berpotensi untuk meningkatkan
kesuburan tanah yang merupakan unsur hara essensial yang di butuhkan
tanaman. Unsur N berperan dalam pembentukan klorofil, sehingga meningkatkan
laju fotosintesis yang dimanfaatkan untuk meningkatkan tinggi tanaman.
Tujuan penelitian untuk melihat respon dan mendaptkan konsentarsi POC
limbah tahu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri
(Apium graveolens L). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5
perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 plot, setiap plot terdapat 4
tanaman dan 2 tanaman dijadikan sebagai sampel.
Perlakuan dalam penelitian ini antara lain T0 = tanpa pemberian POC
limbah tahu, T1 = Pemberian POC limbah tahu dengan konsentrasi 12,5%, T2 =
Pemberian POC limbah tahu dengan konsentrasi 25%, T3 = Pemberian POC
limbah tahu dengan konsentrasi 37,5%, T4 = Pemberian POC limbah tahu
dengan konsentrasi 50%. Pengamatan dilakukan pada akhir penelitian. Adapun
parameter yang akan diamati di dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman,
jumlah anakan, berat segar, berat konsumsi dan volume akar. Hasil penelitian
menyatakan bahwa pemberian POC limbah tahu berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, berat konsumsi dan volume akar.
Hasil terbaik dari pemberian POC limbah tahu terdapat pada taraf T3 dengan
konsentrasi 37,5%.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-29T04:40:25Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography