Redesain Terminal Kelas A Bandar Raya Payung Sekaki Dengan Pendekatan Rancangan Ramah Difabel
Saparudin, Saparudin
Terminal Bandar Raya Payung Sekaki adalah terminal Angkutan Umum Antar
Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang terletak di Kota
Pekanbaru, Riau. Lokasi terminal Bandar Raya Payung Sekaki adalah kawasan “Segitiga
Emas” terusan jalan Nangka Ujung. Mulai beroperasi pada tahun 2006, Terminal Bandar
Raya Payung Sekaki tidak berfungsi secara optimal. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan Terminal Bandar Raya payung Sekaki ini tidak berfungsi secara optimal,
antara lain suasana didalam terminal yang memberikan rasa tidak aman karna faktor
penerangan yang kurang baik didalam terminal, fasilitas yang disediakan tidak dirawat
dengan baik sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman Ketika mengunakan Terminal
BRPS ini, dengan letak Terminal dipinggiran kota pekanbaru dan tidak berfungsinya
tempat rekreasi, ritel, dan tempat penginapan disekitaran Terminal BRPS menyebabkan
masyarakat enggan untuk mengunakan Terminal BRPS sebagai sarana tranportasinya,
dan yang terutama fasilitas untuk difabel yang sama sekali tidak dirancang pada bangunan
BRPS ini.
Dalam rangka pengembangan kota Pekanbaru yang telah menjadi pusat kegiatan
yang heterogen dan untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat, kota Pekanbaru
memerlukan fasilitas umum yang memadai dan harus mampu menyediakan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat kota Pekanbaru. Melihat kebutuhan dan
aktivitas masyarakat saat ini yang semakin meningkat, sistem transportasi menjadi salah
satu elemen yang sangat penting untuk ditata guna menunjang kelangsungan aktivitas dan
kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara survei langsung ke
lapangan melakukan studi Empiris terhadap Terminal yang memenuhi standar UU No
135 Tahun 2015 salah satunya terminal Tirtonadi, Solo.
Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang terletak di Kota
Pekanbaru, Riau. Lokasi terminal Bandar Raya Payung Sekaki adalah kawasan “Segitiga
Emas” terusan jalan Nangka Ujung. Mulai beroperasi pada tahun 2006, Terminal Bandar
Raya Payung Sekaki tidak berfungsi secara optimal. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan Terminal Bandar Raya payung Sekaki ini tidak berfungsi secara optimal,
antara lain suasana didalam terminal yang memberikan rasa tidak aman karna faktor
penerangan yang kurang baik didalam terminal, fasilitas yang disediakan tidak dirawat
dengan baik sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman Ketika mengunakan Terminal
BRPS ini, dengan letak Terminal dipinggiran kota pekanbaru dan tidak berfungsinya
tempat rekreasi, ritel, dan tempat penginapan disekitaran Terminal BRPS menyebabkan
masyarakat enggan untuk mengunakan Terminal BRPS sebagai sarana tranportasinya,
dan yang terutama fasilitas untuk difabel yang sama sekali tidak dirancang pada bangunan
BRPS ini.
Dalam rangka pengembangan kota Pekanbaru yang telah menjadi pusat kegiatan
yang heterogen dan untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat, kota Pekanbaru
memerlukan fasilitas umum yang memadai dan harus mampu menyediakan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat kota Pekanbaru. Melihat kebutuhan dan
aktivitas masyarakat saat ini yang semakin meningkat, sistem transportasi menjadi salah
satu elemen yang sangat penting untuk ditata guna menunjang kelangsungan aktivitas dan
kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara survei langsung ke
lapangan melakukan studi Empiris terhadap Terminal yang memenuhi standar UU No
135 Tahun 2015 salah satunya terminal Tirtonadi, Solo.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-31T17:25:48Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography