Pertanggungjawaban Pembatalan Cash On Delivery Pada Cargo J&T Di Kecamatan Kandis
Manalu, Ernita Devita Sari
Rumusan masalah dalam penelitian ini: Pertama, pertanggungjawaban penjual dan
pembeli dalam transaksi Cash On Delivery pada Cargo J&T di Kecamatan
Kandis. Kedua, kerugian yang dialami kurir akibat pembatalan transaksi Cash On
Delivery Pada Cargo J&T Di Kecamatan Kandis. Ketiga, upaya penyelesaian
ganti kerugian yang dialami kurir akibat pembatalan transaksi Cash On Delivery
pada Cargo J&T di Kecamatan Kandis. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut
maka tujuan penelitian ini: Pertama, untuk menganalisis pertanggungjawaban
penjual dan pembeli dalam transaksi Cash On Delivery pada Cargo J&T di
Kecamatan Kandis. Kedua, untuk mengetahui kerugian yang dialami kurir akibat
pembatalan transaksi Cash On Delivery Pada Cargo J&T Di Kecamatan Kandis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis dengan pendekatan
empiris. Pertanggungjawaban Pembatalan Cash On Delivery Dalam Cargo J&T
Di Kecamatan Kandis dalam kegiatan transaksi elektronik adalah pada saat
melakukan transaksi jual beli online selayaknya para pihak dalam membuat
perjanjian tunduk pada asas itikad baik untuk mencapai tujuan dan kepatutan
yang ada dalam masyarakat sebagaimana untuk menghindari terjadinya kerugian
bagi para pihak. Selanjutnya, dengan adanya perjanjian kemudian timbul hak dan
kewajiban antara penjual dan pembeli yang harus dipenuhi sebagai bentuk
tanggung jawab terhadap suatu hal yang sudah disepakati dan untuk terpenuhinya
prestasi. Apabila telah terjadi sengketa dalam kegiatan transaksi elektronik dalam
jual beli online, para pihak yang merasa dirugikan atau mengalami kerugian
setidaknya dapat memilih bentuk penyelesaian sengketa yang tepat sesuai dengan
kerugian yang dialami untuk menghindari timbulya permasalahan baru atau
kerugian yang lebih besar. Kerugian yang dialami kurir dapat terjadi karena
ketidaksesuaian terkait barang yang dipesan dari pihak penjual yang
menyebabkan pihak pembeli membatalkan secara sepihak atas pemesanan
tersebut. Karena hal itu maka akan berakibatnya terhadap kurir j&t yaitu jika
mendapatkan pembeli yang tidak membayar paket tapi sudah membuka paket
tersebut maka akan diberi sangsi berupa peringatan dan denda. Untuk barang yang
kurang sesuai, maka penjuallah yang wajib bertanggung jawab. Dan juga
Berdasarkan KUHPerdata, pembeli yang melakukan wanprestasi wajib melakukan
ganti kerugian, menerima peralihan resiko, membayar biaya perkara dan
melakukan pemutusan perjanjian kepada pihak yang dirugikan.
pembeli dalam transaksi Cash On Delivery pada Cargo J&T di Kecamatan
Kandis. Kedua, kerugian yang dialami kurir akibat pembatalan transaksi Cash On
Delivery Pada Cargo J&T Di Kecamatan Kandis. Ketiga, upaya penyelesaian
ganti kerugian yang dialami kurir akibat pembatalan transaksi Cash On Delivery
pada Cargo J&T di Kecamatan Kandis. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut
maka tujuan penelitian ini: Pertama, untuk menganalisis pertanggungjawaban
penjual dan pembeli dalam transaksi Cash On Delivery pada Cargo J&T di
Kecamatan Kandis. Kedua, untuk mengetahui kerugian yang dialami kurir akibat
pembatalan transaksi Cash On Delivery Pada Cargo J&T Di Kecamatan Kandis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis dengan pendekatan
empiris. Pertanggungjawaban Pembatalan Cash On Delivery Dalam Cargo J&T
Di Kecamatan Kandis dalam kegiatan transaksi elektronik adalah pada saat
melakukan transaksi jual beli online selayaknya para pihak dalam membuat
perjanjian tunduk pada asas itikad baik untuk mencapai tujuan dan kepatutan
yang ada dalam masyarakat sebagaimana untuk menghindari terjadinya kerugian
bagi para pihak. Selanjutnya, dengan adanya perjanjian kemudian timbul hak dan
kewajiban antara penjual dan pembeli yang harus dipenuhi sebagai bentuk
tanggung jawab terhadap suatu hal yang sudah disepakati dan untuk terpenuhinya
prestasi. Apabila telah terjadi sengketa dalam kegiatan transaksi elektronik dalam
jual beli online, para pihak yang merasa dirugikan atau mengalami kerugian
setidaknya dapat memilih bentuk penyelesaian sengketa yang tepat sesuai dengan
kerugian yang dialami untuk menghindari timbulya permasalahan baru atau
kerugian yang lebih besar. Kerugian yang dialami kurir dapat terjadi karena
ketidaksesuaian terkait barang yang dipesan dari pihak penjual yang
menyebabkan pihak pembeli membatalkan secara sepihak atas pemesanan
tersebut. Karena hal itu maka akan berakibatnya terhadap kurir j&t yaitu jika
mendapatkan pembeli yang tidak membayar paket tapi sudah membuka paket
tersebut maka akan diberi sangsi berupa peringatan dan denda. Untuk barang yang
kurang sesuai, maka penjuallah yang wajib bertanggung jawab. Dan juga
Berdasarkan KUHPerdata, pembeli yang melakukan wanprestasi wajib melakukan
ganti kerugian, menerima peralihan resiko, membayar biaya perkara dan
melakukan pemutusan perjanjian kepada pihak yang dirugikan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-14T04:16:17Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography