Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Di Hutan Adat Ghimbo Pomuan Kabupaten Kampar Provinsi Riau
SHADRINA, ALYANI
Hutan Adat Ghimbo Pomuan merupakan salah satu hutan adat yang ada di
Provinsi Riau. Hutan Adat Ghimbo Pomuan ditetapkan sesuai dengan surat
Keputusan MENLHK Nomor 7504/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/9/2019,
dengan luas total hutan adat 56 ha. Luasan Hutan Adat Ghimbo Pomuan yang
sebesar 56 ha diduga memiliki potensi vegetasi HHBK seperti rotan, durian,
damar, dan lain-lain. Dalam penelitian ini hasil hutan bukan kayu yang diteliti
adalah vegetasi yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai hasil hutan
bukan kayu.
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi jenis vegetasi HHBK yang
terdapat di Hutan Adat Ghimbo Pomuan, 2) Menghitung nilai keanekaragaman
jenis vegetasi HHBK di Hutan Adat Ghimbo, 3) Mengetahui kegunaan jenis
vegetasi HHBK yang terdapat di Hutan Adat Ghimbo Pomuan. Manfaat dari
penelitian ini adalah sebagai informasi bagi pengetahuan masyarakat setempat dan
dasar bagi pengelola hutan adat untuk kebijakan selanjutnya serta sebagai bahan
referensi untuk penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan potensi vegetasi
HHBK di Hutan Adat Ghimbo Pomuan.
Penelitian dilakukan di Hutan Adat Ghimbo Pomuan, Kecamatan Kampar
Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada bulan Agustus sampai September
2022. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dilakukan dengan cara membuat
plot pengamatan yang terdiri dari 28 plot seluas 1,12 ha menggunakan metode
systematic sampling with purposif start (pengambilan sampel sistematis secara
sengaja). Ukuran plot yang dibuat yaitu 20 m x 20 m dengan jarak petak ukur
yang satu dengan yang lainnya 50 meter. Jenis vegetasi HHBK diidentifikasi
berdasarkan informasi dari pengenal jenis dan Lampiran Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor : P.35 / Menhut-II / 2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Hutan Adat Ghimbo Pomuan
Kabupaten Kampar Provinsi Riau, ditemui 22 jenis vegetasi HHBK dengan total
keseluruhan 732 individu. Tingkat tumbuhan bawah berjumlah 85 individu
dengan persentase 12%, tingkat semai berjumlah 298 individu dengan persentase
41%, pancang berjumlah 187 individu dengan persentase 25%, tiang berjumlah 44
individu dengan persentase 6% dan pohon berjumlah 118 individu dengan
persentase 16%.
Berdasarkan indeks nilai penting (INP) tertinggi pada tingkat tumbuhan
bawah adalah Bunga soka (Ixora coccinea) 62,81% dengan kerapatan 22,32
individu/ha dan frekuensi 0,46 individu /ha. Tingkat semai adalah Kedondong
(Spondias dulcis) 37,29% dengan kerapatan 42,86 individu /ha dan frekuensi 0,50
individu /ha. Pada tingkat pancang adalah Mempening (Lithocarpus spp) 34,80%
dengan kerapatan 33,04 individu /ha dan frekuensi 0,32 individu /ha. Pada tingkat
tiang adalah Ridan (Nephelium maingayi hiern) 91,65% dengan kerapatan 13,39
individu /ha dan frekuensi 0,36 individu/ha. Pada tingkat pohon adalah
Mempening (Lithocarpus spp) 102,59% dengan kerapatan 38,39 individu/ha dan
frekuensi 0,71 individu/ha. Indeks keanekaragaman jenis (H’) tertinggi dari
berbagai tingkat vegetasi terdapat pada tingkat semai dengan nilai 2,09 (tergolong
sedang).
Jenis vegetasi HHBK pada Hutan Adat Ghimbo Pomuan terbagi atas 9
kelompok yaitu kelompok resin sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok minyak
lemak sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok buah-buahan sebanyak 7 jenis
tumbuhan, kelompok getah sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok tumbuhan obat
sebanyak 7 jenis tumbuhan, kelompok tanaman hias sebanyak 3 jenis tumbuhan,
kelompok rotan sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok bambu sebanyak 1 jenis
tumbuhan dan kelompok lainnya sebanyak 1 jenis tumbuhan
Provinsi Riau. Hutan Adat Ghimbo Pomuan ditetapkan sesuai dengan surat
Keputusan MENLHK Nomor 7504/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/9/2019,
dengan luas total hutan adat 56 ha. Luasan Hutan Adat Ghimbo Pomuan yang
sebesar 56 ha diduga memiliki potensi vegetasi HHBK seperti rotan, durian,
damar, dan lain-lain. Dalam penelitian ini hasil hutan bukan kayu yang diteliti
adalah vegetasi yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai hasil hutan
bukan kayu.
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi jenis vegetasi HHBK yang
terdapat di Hutan Adat Ghimbo Pomuan, 2) Menghitung nilai keanekaragaman
jenis vegetasi HHBK di Hutan Adat Ghimbo, 3) Mengetahui kegunaan jenis
vegetasi HHBK yang terdapat di Hutan Adat Ghimbo Pomuan. Manfaat dari
penelitian ini adalah sebagai informasi bagi pengetahuan masyarakat setempat dan
dasar bagi pengelola hutan adat untuk kebijakan selanjutnya serta sebagai bahan
referensi untuk penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan potensi vegetasi
HHBK di Hutan Adat Ghimbo Pomuan.
Penelitian dilakukan di Hutan Adat Ghimbo Pomuan, Kecamatan Kampar
Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada bulan Agustus sampai September
2022. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dilakukan dengan cara membuat
plot pengamatan yang terdiri dari 28 plot seluas 1,12 ha menggunakan metode
systematic sampling with purposif start (pengambilan sampel sistematis secara
sengaja). Ukuran plot yang dibuat yaitu 20 m x 20 m dengan jarak petak ukur
yang satu dengan yang lainnya 50 meter. Jenis vegetasi HHBK diidentifikasi
berdasarkan informasi dari pengenal jenis dan Lampiran Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor : P.35 / Menhut-II / 2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Hutan Adat Ghimbo Pomuan
Kabupaten Kampar Provinsi Riau, ditemui 22 jenis vegetasi HHBK dengan total
keseluruhan 732 individu. Tingkat tumbuhan bawah berjumlah 85 individu
dengan persentase 12%, tingkat semai berjumlah 298 individu dengan persentase
41%, pancang berjumlah 187 individu dengan persentase 25%, tiang berjumlah 44
individu dengan persentase 6% dan pohon berjumlah 118 individu dengan
persentase 16%.
Berdasarkan indeks nilai penting (INP) tertinggi pada tingkat tumbuhan
bawah adalah Bunga soka (Ixora coccinea) 62,81% dengan kerapatan 22,32
individu/ha dan frekuensi 0,46 individu /ha. Tingkat semai adalah Kedondong
(Spondias dulcis) 37,29% dengan kerapatan 42,86 individu /ha dan frekuensi 0,50
individu /ha. Pada tingkat pancang adalah Mempening (Lithocarpus spp) 34,80%
dengan kerapatan 33,04 individu /ha dan frekuensi 0,32 individu /ha. Pada tingkat
tiang adalah Ridan (Nephelium maingayi hiern) 91,65% dengan kerapatan 13,39
individu /ha dan frekuensi 0,36 individu/ha. Pada tingkat pohon adalah
Mempening (Lithocarpus spp) 102,59% dengan kerapatan 38,39 individu/ha dan
frekuensi 0,71 individu/ha. Indeks keanekaragaman jenis (H’) tertinggi dari
berbagai tingkat vegetasi terdapat pada tingkat semai dengan nilai 2,09 (tergolong
sedang).
Jenis vegetasi HHBK pada Hutan Adat Ghimbo Pomuan terbagi atas 9
kelompok yaitu kelompok resin sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok minyak
lemak sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok buah-buahan sebanyak 7 jenis
tumbuhan, kelompok getah sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok tumbuhan obat
sebanyak 7 jenis tumbuhan, kelompok tanaman hias sebanyak 3 jenis tumbuhan,
kelompok rotan sebanyak 1 jenis tumbuhan, kelompok bambu sebanyak 1 jenis
tumbuhan dan kelompok lainnya sebanyak 1 jenis tumbuhan
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:56:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography