ANALISIS FUNGSI BIAYA TOTAL KUBIK PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU
Rini Nizar, Rini; latifa siswati, latifa; asgami putri, asgami
Pemerintah Pekanbaru mulai memikirkan makanan alternatif selain beras
yang bisa dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat. Program diversifikasi
pangan dapat mendorong pembangunan cadangan pangan. Cadangan pangan tidak
harus bertumpu pada beras saja tetapi bisa pada jagung dan ubi kayu yang banyak
terdapat di Kota Pekanbaru dengan cara merubah pola konsumsi masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal percepatan
diversifikasi pangan, diantaranya adalah dengan upaya peningkatan produksi
jagung. Peningkatan produksi jagung. Bagi petani jagung yang penting adalah
bagaimana memperoleh produksi yang optimun dan pendapatan yang maksimal
dari usahatani jagung. Ada dua hal yang menentukan untuk mendapatkan
pendapatan yang maksimal yaitu bagaimana mengelola biaya yang akan
dikeluarkan dan harga jual jagung. Penelitian ini mengkaji bagaimanakah hubungan antara ouput dengan
biaya total yang dikeluarkan pada usahatani jagung di Kota Pekanbaru dengan
menggunakan pendekatan fungsi biaya total kubik. Fungsi Biaya total kubik yang
diperoleh dapat digunakan untuk menduga hubungan antara biaya yang
dikeluarkan dengan produksi yang dihasilkan. Harga output minimal yang
diperoleh dari model fungsi penawaran yang diturunkan dari fungsi biaya total
kubik adalah sebesar Rp. 1142 per kg dan produksi yang dihasilkan pada tingkat
harga tersebut adalah 3270. 58 kg. petani berproduksi berada dalam daerah yang
rasional untuk berproduksi
Kata kunci: Fungsi biaya, usahatani jagung, produksi
yang bisa dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat. Program diversifikasi
pangan dapat mendorong pembangunan cadangan pangan. Cadangan pangan tidak
harus bertumpu pada beras saja tetapi bisa pada jagung dan ubi kayu yang banyak
terdapat di Kota Pekanbaru dengan cara merubah pola konsumsi masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal percepatan
diversifikasi pangan, diantaranya adalah dengan upaya peningkatan produksi
jagung. Peningkatan produksi jagung. Bagi petani jagung yang penting adalah
bagaimana memperoleh produksi yang optimun dan pendapatan yang maksimal
dari usahatani jagung. Ada dua hal yang menentukan untuk mendapatkan
pendapatan yang maksimal yaitu bagaimana mengelola biaya yang akan
dikeluarkan dan harga jual jagung. Penelitian ini mengkaji bagaimanakah hubungan antara ouput dengan
biaya total yang dikeluarkan pada usahatani jagung di Kota Pekanbaru dengan
menggunakan pendekatan fungsi biaya total kubik. Fungsi Biaya total kubik yang
diperoleh dapat digunakan untuk menduga hubungan antara biaya yang
dikeluarkan dengan produksi yang dihasilkan. Harga output minimal yang
diperoleh dari model fungsi penawaran yang diturunkan dari fungsi biaya total
kubik adalah sebesar Rp. 1142 per kg dan produksi yang dihasilkan pada tingkat
harga tersebut adalah 3270. 58 kg. petani berproduksi berada dalam daerah yang
rasional untuk berproduksi
Kata kunci: Fungsi biaya, usahatani jagung, produksi
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Pertanian
- Tahun
- 2016
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-11-07T04:02:23Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography