• Home
  • About Us
    History Vision and Mission Rules Service Hours Facilities Librarian Organizational Structure Library News
  • Library Services
    On-site Reading Service Circulation Service Reference Service Information Search Service Information Literacy Guidance Extension Service
  • Reference Services
    Information Desk Service Reference Collection Guidance Search Service Consultation Service Information Alert Service
  • Membership
    Member Area Guest Book Needs Survey Satisfaction Survey Online Member Registration FAQ
  • OPAC
  • Select Language : English Indonesian
All Computer Philosophy Religion Social Sciences Language Science Technology Arts Literature History

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMA KTB
  2. Katalog
  3. Produktivitas Lebah Madu (Apis mellifera) Dengan Jumlah Kolo...
THESIS
Kemendikdasmen Repository
Kembali

Produktivitas Lebah Madu (Apis mellifera) Dengan Jumlah Koloni Yang Berbeda Pada Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Pt. Ruas Utama Jaya Distrik Rokan

Wijayanto, Aris

Madu merupakan bahan makanan yang istimewa karena rasa, nilai gizi dan
khasiatnya yang tinggi. Madu juga mempunyai peranan yang penting bukan hanya
sebagai bahan makanan dan pemanis, tetapi juga sebagai penangkal berbagai penyakit.
Produktivitas lebah madu dari lebah A.mellifera salah satunya adalah jumlah koloni
atau stup yang diletakkan pada suatu lokasi yang sama. Jumlah stup ini diduga
berpengaruh terhadap persaingan memperoleh sumber makanan. Peternak lebah
A.mellifera disekitar PT. Ruas Utama Jaya Distrik Rokan dilakukan oleh kelompok
masyarakat yang berbeda-beda sehingga jumlah koloni atau stup yang dimiliki juga
berbeda – beda
Tujuan penelitian ini adalah menghitung produktivitas lebah madu dari lebah
Apis mellifera dengan jumlah koloni yang berbeda di kawasan PT. Ruas Utama Jaya
Distrik Rokan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2022 di kawasan PT. Ruas
Utama Jaya Distrik Rokan pada tiga lokasi dengan jumlah koloni yang berbeda.
Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan mentabulasi
data-data yang bersifat kuantitatif dan menarasikan data-data yang diperoleh serta
disesuaikan dengan literatur yang terkait. Data produktivitas dapat diukur dengan 2
cara menghitung antara lain: produksi madu keseluruhan koloni atau stup didalam
suatu lokasi peternakan setiap periode panen dan produksi madu dari 7 sampel dengan
langkah – langkah mulai dari menimbang berat sisiran sebelum diekstraksi (B1) lalu
menimbang kembali sisiran tersebut setelah diekstraksi (B2). Pengambilan sampel
sampel koloni dilakukan secara purposive sampling yaitu koloni dengan jumlah sisiran
yang berbeda-beda. Produktivitas koloni sampel dihitung dengan menjumlahkan
produksi madu pada sisiran dalam koloni tersebut. Selanjutnya pengambilan data
dengan wawancara dilakukan menggunakan panduan wawancara kepada peternak
lebah madu dan pekerja atau pemanen madu untuk mendapatkan data produktivitas
madu dan hal-hal lainnya yang terkait dengan produktivitas tersebut. Sedangkan
observasi dilakukan untuk mengamati proses produksi pemanenan madu dan
dokumentasi terhadap proses-proses tersebut.
Produktivitas lebah madu dilokasi A sebanyak 1.233 kg dalam tiga kali periode
panen dengan nilai rata-rata 411 kg/panen. pada lokasi A dalam radius 500 meter dari
koloni lebah terdapat tanaman A.crassicarpa sejumlah 130.350 pohon usia 14 bulan
dan 36 bulan serta tanaman kelapa sawit sebanyak 218 pohon. Untuk kondisi lokasi A
kurang adanya perawatan dari peternak sehingga produktivitas juga kurang maksimal
dikarenakan banyaknya koloni lebah yang terkena penyakit seperti: penyakit busuk
larva Amerika (BLA), dan penyakit kapur.
Produktivitas madu tertinggi pada lokasi B dengan jumlah 1.548 kg dalam tiga
kali periode panen yang mempunyai rata-rata 516 kg. Pada lokasi B disekitar koloni
lebah terdapat tanaman A.crassicarpa sejumlah 130.623 pohon A.crassicarpa usia 8
bulan dan A.crassicarpa 14 bulan serta tanaman kelapa sawit sebanyak 678 pohon
dalam radius 500 meter dari koloni lebah. Pohon A.crassicarpa dan kelapa sawit inilah
yang menjadi sumber pakan lebah sehingga berpengaruh terhadap produktivitas madu
yang dihasilkan. Pada lokasi B kondisi koloni lebah juga lebih terawat di bandingkan
dengan lokasi A dan C sehingga produktivitas madu pada lokasi B lebih tinggi.
Pada lokasi C produktivitas madu sebanyak 1.230 kg dengan rata-rata 410 kg
dalam tiga kali periode panen. Kondisi lingkungan pada lokasi C hampir sama dengan
lokasi B. pada lokasi C terdapat pohon A.crassicarpa sejumlah 130.182 pohon
A.crassicarpa usia 8 bulan dan 14 bulan serta 875 pohon kelapa sawit pada radius 500
meter dari koloni lebah. Pada lokasi C kurang pemeliharaan terhadap kondisi lebah
karena banyaknya koloni/stup yang tidak terawat dan juga banyak yang kosong
sehingga produktivitas madu juga berkurang. Apabila dilihat dari produksi panen madu
yang dihasilkan A.mellifera dalam tiga kali pemanenan diketahui rata-rata
produktivitas madu sebesar 2.2 kg di lokasi A, 3.2 kg di lokasi B dan 3.0 kg dilokasi C
dalam tiga kali periode panen. Adanya variasi produktivitas lebah madu A.mellifera
pada beberapa lokasi penelitian ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berpengaruh
terhadap biologi lebah dan produksi madunya yaitu tersedianya jenis-jenis tanaman
penghasil nektar dan pollen (beeforage), Iklim yang serasi untuk perkembangan biologi
lebah dan beeforage, Populasi koloni lebah yang tinggi pada saat persediaan nektar
paling banyak, Kemampuan fisik lebah dan sifat-sifat khusus koloninya.
Berdasarkan hasil dan analisis data dalam penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa produktivitas lebah madu (Apis mellifera) dilokasi A dengan jumlah 180 koloni
menghasilkan 1.233 kg dengan rata-rata 2.2 kg/koloni. di Lokasi B dengan jumlah 158
koloni menghasilkan 1.548 kg dengan rata-rata 3.2 kg/koloni Sedangkan di lokasi C
dengan jumlah 132 koloni sebanyak 1.230 kg dengan rata-rata 3.0 kg/koloni dalam tiga
kali periode panen. dimana setiap masing-masing lokasi dengan tiga kali periode panen
dari ketiga lokasi tersebut lokasi B menghasilkan produktivitas madu lebah yang paling
besar walaupun jumlah koloninya tidak sebanyak di lokasi A.
Informasi Repositori
Jenis
Thesis
Detail Information
Tahun
2022
Bahasa
id
Last Updated
2024-06-27T01:20:10Z
Subjects / Keywords
SD Forestry
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMA KTB
SMA KTB
  • Login as Admin
  • Download Application Manual

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Visitor Statistics

Today 141
Online: 141 Onsite: 0
This Month 8.358
Online: 8.358 Onsite: 0
Total 43.612
Online: 43.612 Onsite: 0

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Powered by SLiMS | Managed by ePERPUS WhatsApp

Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search

Fill in one or more fields below to narrow your search

Where do you want to share?
Home OPAC Login Register