Rancang Bangun Alat Pendeteksi Banjir Menggunakan Esp32 Dengan Metode Fuzzy Logic (Study Kasus : Kel. Meranti Pandak Kec Rumbai)
Mappiati, Andik
Permasalahan yang sering muncul pada sungai atau kali adalah tidak
adanya peringatan akan terjadinya banjir sehingga menyebabkan air meluap tidak
terbendung dan menyebabkan banjir. Dari masalah tersebut maka muncul ide
untuk membuat alat otomatis yang berfungsi untuk memberi peringatan akan
terjadinya banjir dengan harapan dapat menjawab permasalahan banjir yang tidak
dapat diprediksi. Sistem inipun dilengkapi dengan prototype dan bisa memberikan
informasi status siaga dan potensi banjir melalui SMS. Konsep kerja prototype ini
sensor reed switch mendeteksi curah hujan dengan perhitungan Fuzzy Logic yang
akan menentukan berapa persen akan terjadi banjir dan sensor ultrasonic
mendeteksi ketinggian air, setelah itu akan dikirimkan ke Arduino. Pada Arduino
akan mengeluarkan dua jenis mode yaitu manual dan otomatis, mode manual akan
mengirimkan peringatan curah hujan, status siaga, dan potensi banjir melalu SMS,
serta otomatis akan menampilkan data pada LCD berupa informasi curah hujan,
status siaga, dan potensi banjir. Berdasarkan hasil analisa dan pengujian yang
telah dilakukan pada penelitian ini, jika level status siaga masih dibawah siaga 3
Arduino tidak akan mengirimkan peringatan melalui SMS, hanya menampilkan
informasi melalui LCD saja walaupun curah hujan deras. Namun jika status siaga
sudah lebih dari siaga 3, Arduino akan mengirimkan peringatan melalui SMS.
Perancangan yang dibuat dapat menampilkan hasil di LCD berupa curah hujan,
status siaga, dan ketinggian air dalam waktu 2 detik dan dapat mengirimkan
informasi yang serupa melalui SMS dalam waktu 4 detik setiap curah hujan atau
ketinggian air berubah. Dari hasil ini menunjukan bahwa prototype “Rancang
Bangun Alat Pendeteksi Banjir Menggunakan Arduino Dengan Metode Fuzzy
Logic “ berhasil dibuat.
adanya peringatan akan terjadinya banjir sehingga menyebabkan air meluap tidak
terbendung dan menyebabkan banjir. Dari masalah tersebut maka muncul ide
untuk membuat alat otomatis yang berfungsi untuk memberi peringatan akan
terjadinya banjir dengan harapan dapat menjawab permasalahan banjir yang tidak
dapat diprediksi. Sistem inipun dilengkapi dengan prototype dan bisa memberikan
informasi status siaga dan potensi banjir melalui SMS. Konsep kerja prototype ini
sensor reed switch mendeteksi curah hujan dengan perhitungan Fuzzy Logic yang
akan menentukan berapa persen akan terjadi banjir dan sensor ultrasonic
mendeteksi ketinggian air, setelah itu akan dikirimkan ke Arduino. Pada Arduino
akan mengeluarkan dua jenis mode yaitu manual dan otomatis, mode manual akan
mengirimkan peringatan curah hujan, status siaga, dan potensi banjir melalu SMS,
serta otomatis akan menampilkan data pada LCD berupa informasi curah hujan,
status siaga, dan potensi banjir. Berdasarkan hasil analisa dan pengujian yang
telah dilakukan pada penelitian ini, jika level status siaga masih dibawah siaga 3
Arduino tidak akan mengirimkan peringatan melalui SMS, hanya menampilkan
informasi melalui LCD saja walaupun curah hujan deras. Namun jika status siaga
sudah lebih dari siaga 3, Arduino akan mengirimkan peringatan melalui SMS.
Perancangan yang dibuat dapat menampilkan hasil di LCD berupa curah hujan,
status siaga, dan ketinggian air dalam waktu 2 detik dan dapat mengirimkan
informasi yang serupa melalui SMS dalam waktu 4 detik setiap curah hujan atau
ketinggian air berubah. Dari hasil ini menunjukan bahwa prototype “Rancang
Bangun Alat Pendeteksi Banjir Menggunakan Arduino Dengan Metode Fuzzy
Logic “ berhasil dibuat.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-11T04:27:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography