Strategi Program Pengembangan Minat Masyarakat Dalam Mengikuti Program Kejar Paket C Di Unit Pelayanan Teknis Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (Upt Spnf Skb) Kota Pekanbaru
Meisuseno, Heri
Pendidikan sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, baik Pendidikan formal
maupun non formal. Program Pendidikan Kesetaraan Program Paket C sebagai
bagian dari pendidikan non formal ditujukan untuk masyarakat yang tidak dapat
mengikuti pendidikan SMA/SMK/MA sederajat. Program ini setara dengan jalur
pendidikan formal SMA/SMK/MA sederajat. Kurangnya pengetahuan masyakarat
terhadap adanya sekolah Non Formal membuat masyarakat banyak putus sekolah.
Pendidikan dan ijazah yang diberikan kedua sekolah Non Formal tersebut bersifat
setara walaupun keunggulan yang diberikan oleh sekolah Non Formal dari
pemerintah adalah lebih diterimanya lulusan dimata publik. Pemerintah sudah
mewadahi sekolah non formal salah satunya Satuan Pendidikan Non Formal
Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB). Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar
Kegiatan Belajar SPNF SKB dibawah naungan Dinas Pendidikan sudah tersebar
di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Riau, tepatnya Kota
Pekanbaru. Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF
SKB) Kota Pekanbaru berdiri pada tanggal 1 Desember 2005 berdasarkan Surat
Keputusan (SK) Walikota Pekanbaru No. 227a Tahun 2005 dan berlokasi di Jalan
Khatib Sutan/Kembang Kenanga No.3 Kelurahan Cinta Raja Kecamatan Sail.
Adapun minat masyarakat untuk mengikuti sekolah non formal tidak begitu
antusias, karena adanya kesan yang muncul dari persepsi di masyarakat yang
memandang rendah lulusan pendidikan kesetaraan paket C. Karena hal
tersebut, maka telah dilaksanakan penelitian untuk melihat minat Masyarakat
dalam melihat strategi pengembangan minat Masyarakat dalam mengikuti
program kejar paket C dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan
fenomenologis dengan tiga faktor, yaitu faktor dari dalam, faktor social dan faktor
emosional. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan minat masyarakat dalam
mengikuti Program Paket C dari faktor kebutuhan dalam, faktor motif sosial, dan
faktor emosional yakni proses pembelajaran dari tutor yang kompeten, ijazah
kesetaraan SMA/SMK/MA yang resmi terdaftar tanpa batas usia, keinginan
mewujudkan pendidikan ke Universitas, serta memiliki life skill dan keterampilan.
Dan stategi program pengembangan yang tepat dari 3 faktor tersebut adalah
menambahkan modul ajar yang bersifat life skill atau keterampilan tertentu yang
dapat dipilih masyarakat sebagai pendamping dan daya tarik, Aktif
mempromosikan lulusan-lulusan Program Kejar Paket C yang memudahkan
melanjutkan pendidikan dan menambahkan seminar-seminar di antara jadwal
pembelajaran Kejar Paket C.
maupun non formal. Program Pendidikan Kesetaraan Program Paket C sebagai
bagian dari pendidikan non formal ditujukan untuk masyarakat yang tidak dapat
mengikuti pendidikan SMA/SMK/MA sederajat. Program ini setara dengan jalur
pendidikan formal SMA/SMK/MA sederajat. Kurangnya pengetahuan masyakarat
terhadap adanya sekolah Non Formal membuat masyarakat banyak putus sekolah.
Pendidikan dan ijazah yang diberikan kedua sekolah Non Formal tersebut bersifat
setara walaupun keunggulan yang diberikan oleh sekolah Non Formal dari
pemerintah adalah lebih diterimanya lulusan dimata publik. Pemerintah sudah
mewadahi sekolah non formal salah satunya Satuan Pendidikan Non Formal
Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB). Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar
Kegiatan Belajar SPNF SKB dibawah naungan Dinas Pendidikan sudah tersebar
di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Riau, tepatnya Kota
Pekanbaru. Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF
SKB) Kota Pekanbaru berdiri pada tanggal 1 Desember 2005 berdasarkan Surat
Keputusan (SK) Walikota Pekanbaru No. 227a Tahun 2005 dan berlokasi di Jalan
Khatib Sutan/Kembang Kenanga No.3 Kelurahan Cinta Raja Kecamatan Sail.
Adapun minat masyarakat untuk mengikuti sekolah non formal tidak begitu
antusias, karena adanya kesan yang muncul dari persepsi di masyarakat yang
memandang rendah lulusan pendidikan kesetaraan paket C. Karena hal
tersebut, maka telah dilaksanakan penelitian untuk melihat minat Masyarakat
dalam melihat strategi pengembangan minat Masyarakat dalam mengikuti
program kejar paket C dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan
fenomenologis dengan tiga faktor, yaitu faktor dari dalam, faktor social dan faktor
emosional. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan minat masyarakat dalam
mengikuti Program Paket C dari faktor kebutuhan dalam, faktor motif sosial, dan
faktor emosional yakni proses pembelajaran dari tutor yang kompeten, ijazah
kesetaraan SMA/SMK/MA yang resmi terdaftar tanpa batas usia, keinginan
mewujudkan pendidikan ke Universitas, serta memiliki life skill dan keterampilan.
Dan stategi program pengembangan yang tepat dari 3 faktor tersebut adalah
menambahkan modul ajar yang bersifat life skill atau keterampilan tertentu yang
dapat dipilih masyarakat sebagai pendamping dan daya tarik, Aktif
mempromosikan lulusan-lulusan Program Kejar Paket C yang memudahkan
melanjutkan pendidikan dan menambahkan seminar-seminar di antara jadwal
pembelajaran Kejar Paket C.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-11T08:25:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography