Clustering Daerah Penyumbang Sampah Berdasarkan Kecamatan Di Kota Pekanbaru Menggunakan Algoritma K-Means
S, Moses Christiadi
Berdasarkan informasi berita dari website pekanbaru.go.id, Kota Pekanbaru telah
berhasil mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK) dengan pemberian sertifikat Adipura pada tahun 2023,
setelah sepuluh tahun tidak menerima penghargaan tersebut. Tingkat kesadaran
dan kepedulian masyarakat dan pengelola terhadap sampah di Kota Pekanbaru
terbukti sangat tinggi, yang mencerminkan komitmen kuat dalam menangani
masalah sampah. Untuk mempertahankan prestasi ini, pemerintah kota perlu
melakukan upaya yang lebih lanjut, termasuk melakukan analisis terhadap daerahdaerah yang menyumbang sampah terbesar dan memperhatikan pengelolaan
sampah di setiap Bank Sampah Unit. Dengan menerapkan metode Data Mining,
seperti K-Means Clustering, pada daerah penyumbang sampah di Kota Pekanbaru,
dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah kota, khususnya
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam merencanakan strategi
pengelolaan sampah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat tiga klaster kecamatan penyumbang sampah di Kota Pekanbaru. Cluster 2
memiliki tingkat penyumbangan sampah yang tinggi, sementara Cluster 0 dan
Cluster 1 masing-masing memiliki tingkat penyumbangan sampah yang sedang
dan rendah. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi
pemerintah kota, terutama dalam perencanaan pengelolaan sampah di Kota
Pekanbaru.
berhasil mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK) dengan pemberian sertifikat Adipura pada tahun 2023,
setelah sepuluh tahun tidak menerima penghargaan tersebut. Tingkat kesadaran
dan kepedulian masyarakat dan pengelola terhadap sampah di Kota Pekanbaru
terbukti sangat tinggi, yang mencerminkan komitmen kuat dalam menangani
masalah sampah. Untuk mempertahankan prestasi ini, pemerintah kota perlu
melakukan upaya yang lebih lanjut, termasuk melakukan analisis terhadap daerahdaerah yang menyumbang sampah terbesar dan memperhatikan pengelolaan
sampah di setiap Bank Sampah Unit. Dengan menerapkan metode Data Mining,
seperti K-Means Clustering, pada daerah penyumbang sampah di Kota Pekanbaru,
dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah kota, khususnya
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam merencanakan strategi
pengelolaan sampah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat tiga klaster kecamatan penyumbang sampah di Kota Pekanbaru. Cluster 2
memiliki tingkat penyumbangan sampah yang tinggi, sementara Cluster 0 dan
Cluster 1 masing-masing memiliki tingkat penyumbangan sampah yang sedang
dan rendah. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi
pemerintah kota, terutama dalam perencanaan pengelolaan sampah di Kota
Pekanbaru.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-07T04:21:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography