Interaksi Kompos Azolla Microphylla Dan Pupuk Npk 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine Max L)
Assyahid, Assyahid
Kedelai edamame (Glycine max L) merupakan jenis tanaman yang termasuk
ke dalam kategori sayuran. Di negara asalnya yaitu Jepang, edamame dijadikan
sebagai sayuran serta cemilan Kesehatan (Budiarto, 2003). Kedelai edamame
mengandung nilai gizi yang cukup tinggi seperti 582 kkal, protein 11,4 g,
karbohidrat 7,4 g, kalsium 70 mg, besi 1,7 mg, dan kalium 140 mg. Produksi kedelai
edamame di Provinsi Riau sangat lah rendah karena secara spesifik belum terdata
secara statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Salah satu penyebab rendahnya
produksi kedelai edamame adalah kurang nya kesuburan tanah. Sehingga di
perlukan penambahan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, bilogi dan
kimia tanah. Salah satu solusi ialah menambahkan kompos Azolla microphylla hal
ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian kompos Azolla
microphylla dikombinasikan dengan NPK 16:16:16, dimana NPK 16:16:16 di
aplikasikan dengan cara tugal, hal ini bertujuan agar penyerapan hara lebih
maksimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine
max L)
Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua factor yaitu A
(Azolla microphylla), terdiri dari 3 taraf , dan faktor N (NPK 16:16:16) terdiri dari
3 taraf dan masing-masing ada 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan 4 tanaman sebagai sampel. Adapun taraf
perlakuan adalah faktor A0 tanpa pemberian Azolla microphylla , A1 pemberian 40
g/tanaman, A2 pemberian Azolla microphylla 80 g/tanaman. Faktor N0 tanpa
pemberian NPK 16:16:16, N1 pemberian NPK 16:16:16 7,5 g/tanaman, N2
pemberian NPK 16:16:16 15 g/tanaman.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan interaksi kompos Azolla
microphylla dan NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi
tanaman, umur berbunga, jumlah polong pertanaman, jumlah polong bernas
pertanaman, berat polong pertanaman, jumlah cabang produktif dan bobot akar.
Dengan perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan A2N2 dengan pemberian kompos
Azolla microphylla 80 g/tanaman dan NPK 16:16:16 15 g/tanaman
ke dalam kategori sayuran. Di negara asalnya yaitu Jepang, edamame dijadikan
sebagai sayuran serta cemilan Kesehatan (Budiarto, 2003). Kedelai edamame
mengandung nilai gizi yang cukup tinggi seperti 582 kkal, protein 11,4 g,
karbohidrat 7,4 g, kalsium 70 mg, besi 1,7 mg, dan kalium 140 mg. Produksi kedelai
edamame di Provinsi Riau sangat lah rendah karena secara spesifik belum terdata
secara statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Salah satu penyebab rendahnya
produksi kedelai edamame adalah kurang nya kesuburan tanah. Sehingga di
perlukan penambahan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, bilogi dan
kimia tanah. Salah satu solusi ialah menambahkan kompos Azolla microphylla hal
ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian kompos Azolla
microphylla dikombinasikan dengan NPK 16:16:16, dimana NPK 16:16:16 di
aplikasikan dengan cara tugal, hal ini bertujuan agar penyerapan hara lebih
maksimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine
max L)
Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua factor yaitu A
(Azolla microphylla), terdiri dari 3 taraf , dan faktor N (NPK 16:16:16) terdiri dari
3 taraf dan masing-masing ada 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan 4 tanaman sebagai sampel. Adapun taraf
perlakuan adalah faktor A0 tanpa pemberian Azolla microphylla , A1 pemberian 40
g/tanaman, A2 pemberian Azolla microphylla 80 g/tanaman. Faktor N0 tanpa
pemberian NPK 16:16:16, N1 pemberian NPK 16:16:16 7,5 g/tanaman, N2
pemberian NPK 16:16:16 15 g/tanaman.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan interaksi kompos Azolla
microphylla dan NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi
tanaman, umur berbunga, jumlah polong pertanaman, jumlah polong bernas
pertanaman, berat polong pertanaman, jumlah cabang produktif dan bobot akar.
Dengan perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan A2N2 dengan pemberian kompos
Azolla microphylla 80 g/tanaman dan NPK 16:16:16 15 g/tanaman
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-04T02:17:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography