Identifikasi Hasil Hutan Kayu Dan Bukan Kayu Pada Ekosistem Mangrove Di Kelurahan Basilam Baru
Hidayatullah, Kurniawan
Ekosistem hutan mangrove merupakan penghubung ekologi yang sangat penting
bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup di laut sekitarnya, karena merupakan
salah satu ekosistem yang produksinya paling tinggi bila dibandingkan dengan
ekosistem lain yang proses penguraian bahan organiknya tinggi.
Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah 1).Mengidentifikasi jenis hasil hutan kayu
(HHK) di kawasan hutan mangrove Kelurahan Basilam Baru 2).Mengidentifikasi
jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) di kawasan hutan mangrove Kelurahan
Basilam Baru.
Waktu dan tempat Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Kelurahan
Basilam Baru, Kota Dumai, Provinsi Riau, dan dilaksanakan pada Maret sampai
dengan April 2024. Adapun Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Haga, Phiband, ATK, Tally sheet, tali dan panduan wawancara. Sementara
itu bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tally sheet, panduan
wawancara, dan peta lokasi penelitian. Data primer dan sekunder merupakan jenis
dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer
dilakukan dengan survei lapangan secara langsung tanpa menggunakan perantara.
Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan sejak pertemuan kedua, yang
secara tidak langsung memberikan data. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
melengkapi analisis informasi yang diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, yaitu
dengan mendatangi langsung ke lapangan dan melakukan analisis vegetasi untuk
memperoleh data yang dibutuhkan. Selain itu, juga dilakukan wawancara
terorganisasi dengan Kelompok Tani, Ketua Nelayan, Ketua RT, dan Kepala Desa.
Dari hasil penelitian ini saya menemukan dan berhasil mengidentifikasi
berbagai jenis hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu yang mana hasil hutan
tersebut memiliki banyak manfaat.Untuk hasil hutan kayu saya menemukan jenis
mangrove Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza,
Avicennia alba, Sonneratia alba, Scyphipora hydrophyllaceae, dan Sonneratia
caseolaris. Dan untuk hasil hutan bukan kayu saya menemukan Daun bakau, kulit
bakau ( getah ), Nipah, buah pedada, buah api – api untuk jenis flora, dan untuk
jenis fauna saya menemukan ikan sembilang, ikan bawal, keong bakau, kepiting
bakau, dan udang galah.
bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup di laut sekitarnya, karena merupakan
salah satu ekosistem yang produksinya paling tinggi bila dibandingkan dengan
ekosistem lain yang proses penguraian bahan organiknya tinggi.
Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah 1).Mengidentifikasi jenis hasil hutan kayu
(HHK) di kawasan hutan mangrove Kelurahan Basilam Baru 2).Mengidentifikasi
jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) di kawasan hutan mangrove Kelurahan
Basilam Baru.
Waktu dan tempat Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Kelurahan
Basilam Baru, Kota Dumai, Provinsi Riau, dan dilaksanakan pada Maret sampai
dengan April 2024. Adapun Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Haga, Phiband, ATK, Tally sheet, tali dan panduan wawancara. Sementara
itu bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tally sheet, panduan
wawancara, dan peta lokasi penelitian. Data primer dan sekunder merupakan jenis
dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer
dilakukan dengan survei lapangan secara langsung tanpa menggunakan perantara.
Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan sejak pertemuan kedua, yang
secara tidak langsung memberikan data. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
melengkapi analisis informasi yang diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, yaitu
dengan mendatangi langsung ke lapangan dan melakukan analisis vegetasi untuk
memperoleh data yang dibutuhkan. Selain itu, juga dilakukan wawancara
terorganisasi dengan Kelompok Tani, Ketua Nelayan, Ketua RT, dan Kepala Desa.
Dari hasil penelitian ini saya menemukan dan berhasil mengidentifikasi
berbagai jenis hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu yang mana hasil hutan
tersebut memiliki banyak manfaat.Untuk hasil hutan kayu saya menemukan jenis
mangrove Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza,
Avicennia alba, Sonneratia alba, Scyphipora hydrophyllaceae, dan Sonneratia
caseolaris. Dan untuk hasil hutan bukan kayu saya menemukan Daun bakau, kulit
bakau ( getah ), Nipah, buah pedada, buah api – api untuk jenis flora, dan untuk
jenis fauna saya menemukan ikan sembilang, ikan bawal, keong bakau, kepiting
bakau, dan udang galah.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-21T04:27:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography