Nilai Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Di Kelurahan Basilam Baru Dan Pelintung Dumai
Adiyaningsih, Riski Wahyu
Provinsi Riau memiliki luasan hutan mengrove di riau mencapai 224.895 Ha,
dengan luasan hutan mangrove yang berada Dumai mencapai 3.477 Ha. Sungai sembilan
merupakan salah satu wilayah industri dan wilayah pesisir yang berada di Kota Dumai,
Provinsi Riau. Kelurahan Basilam Baru, yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan.
Memiliki area hutan mangrove alami yang membentang di sepanjang garis pantainya.
Tergolong sebagai kawasan yang alami dan terpelihara. Aktivitas yang merusak hutan
mangrove di kawasan ini masih sangat jarang terjadi karena masyarakat setempat
berkomitmen untuk menjaga keaslian hutan tersebut.
Kelurahan Pelintung adalah salah satu wilayah administratif yang berada di
wilayah Medang Kampai, Kota Dumai. Di kawasan ini, berbagai aktivitas yang merusak
ekosistem masih ditemukan, termasuk adanya pelabuhan-pelabuhan tikus dan
perusahaan-perusahaan besar. Aktivitas tersebut berpotensi mempengaruhi ekonomi
ekosistem di daerah tersebut. Saat ini, kesulitan dalam administrasi vegetasi mangrove
bersumber dari ketidaktahuan instansi pemerintah dan kelompok sosial terhadap manfaat
ekonomi ekosistem. Tujuan Penelitian ini adalah 1).untuk menganalisis nilai ekonomi
dalam ekosistem mangrove, 2). merinci manfaat, baik manfaat langsung dan tidak
langsung dari ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Basilam Baru dan Pelintung.
Penelitian dilaksanakan di kawasan Hutan Mangrove Kelurahan Basilam Baru
dan Pelintung Kota Dumai. Data yang dikumpulkan berupa data primer seperti kuesioner
berupa nilai manfaat langsung meliputi penjumlahan ikan, kepiting, udang serta jumlah
kebutuhan air bersih, serta kesediaan membayar atas jasa yang sudah di tawarkan
mangrove, dan data sekunder seperti manfaat tidak langsung seperti estimasi perkiraan
biaya jika dilakukan pembangungan beton di sepanjang garis pantai . Jumlah responden
menggunakan metode nonprobability menggunakan Purposive sampling maka
didapatkan 67 Responden.
Hasil penelitian menunjukan rentang umur responden berkisar antara 27 -63
Tahun. Dimana tingkat pendidikan rata-rata masyarakat SD,SMP dan SMA. Dengan ratarata penghasilan berkisar Rp.500.000 - Rp.1.500.000. Perhitungan nilai manfaat langsung
dari Kelurahan Basilam Baru yang dikaitkan dengan manfaatkan tangkapan seperti
tangkapan ikan, tangkapan udang, dan tangkapan kepiting dan kayu bakar sebesar Rp
997.596.000, sedangkan manfaat tidak langsung diperoleh Rp 13.166.145.564. Nilai
ekonomi Kelurahan Pelintung sedangkan Manfaat langsung Rp 1.027.152.000sedangkan
manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pelintung Rp 6.737.077.608.
dengan luasan hutan mangrove yang berada Dumai mencapai 3.477 Ha. Sungai sembilan
merupakan salah satu wilayah industri dan wilayah pesisir yang berada di Kota Dumai,
Provinsi Riau. Kelurahan Basilam Baru, yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan.
Memiliki area hutan mangrove alami yang membentang di sepanjang garis pantainya.
Tergolong sebagai kawasan yang alami dan terpelihara. Aktivitas yang merusak hutan
mangrove di kawasan ini masih sangat jarang terjadi karena masyarakat setempat
berkomitmen untuk menjaga keaslian hutan tersebut.
Kelurahan Pelintung adalah salah satu wilayah administratif yang berada di
wilayah Medang Kampai, Kota Dumai. Di kawasan ini, berbagai aktivitas yang merusak
ekosistem masih ditemukan, termasuk adanya pelabuhan-pelabuhan tikus dan
perusahaan-perusahaan besar. Aktivitas tersebut berpotensi mempengaruhi ekonomi
ekosistem di daerah tersebut. Saat ini, kesulitan dalam administrasi vegetasi mangrove
bersumber dari ketidaktahuan instansi pemerintah dan kelompok sosial terhadap manfaat
ekonomi ekosistem. Tujuan Penelitian ini adalah 1).untuk menganalisis nilai ekonomi
dalam ekosistem mangrove, 2). merinci manfaat, baik manfaat langsung dan tidak
langsung dari ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Basilam Baru dan Pelintung.
Penelitian dilaksanakan di kawasan Hutan Mangrove Kelurahan Basilam Baru
dan Pelintung Kota Dumai. Data yang dikumpulkan berupa data primer seperti kuesioner
berupa nilai manfaat langsung meliputi penjumlahan ikan, kepiting, udang serta jumlah
kebutuhan air bersih, serta kesediaan membayar atas jasa yang sudah di tawarkan
mangrove, dan data sekunder seperti manfaat tidak langsung seperti estimasi perkiraan
biaya jika dilakukan pembangungan beton di sepanjang garis pantai . Jumlah responden
menggunakan metode nonprobability menggunakan Purposive sampling maka
didapatkan 67 Responden.
Hasil penelitian menunjukan rentang umur responden berkisar antara 27 -63
Tahun. Dimana tingkat pendidikan rata-rata masyarakat SD,SMP dan SMA. Dengan ratarata penghasilan berkisar Rp.500.000 - Rp.1.500.000. Perhitungan nilai manfaat langsung
dari Kelurahan Basilam Baru yang dikaitkan dengan manfaatkan tangkapan seperti
tangkapan ikan, tangkapan udang, dan tangkapan kepiting dan kayu bakar sebesar Rp
997.596.000, sedangkan manfaat tidak langsung diperoleh Rp 13.166.145.564. Nilai
ekonomi Kelurahan Pelintung sedangkan Manfaat langsung Rp 1.027.152.000sedangkan
manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pelintung Rp 6.737.077.608.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-05T02:44:13Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography