Pengaruh Konsentrasi Calcibor Pada Eucalyptus Pellita Di Nursery Research And Evelopment Pt. Arara Abadi
Seprianda, Aldi
Eucalyptus pellita merupakan tanaman cepat tumbuh dan tidak menuntut
persyaratan yang tinggi terhadap tempat tumbuhnya, mempunyai banyak manfaat
seperti bahan baku industri pulp. Pemilihan spesies Eucalyptus pellita sebagai
pengganti disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: karena sifatnya yang
cepat tumbuh, rotasi pendek, batang lurus.
Pupuk organik cair merupakan salah satu alternatif pengganti pupuk
anorganik. Keuntungan penggunaan pupuk organik cair adalah apabila
disemprotkan ke daun dan sebagian pupuk tersebut jatuh ke tanah, masih dapat
dimanfaatkan oleh tanaman. Eucalyptus pellita membutuhkan unsur hara untuk
menunjang pertumbuhan yang seimbang. Pupuk menjadi salah satu pondasi
penting bagi Eucalyptus pellita dalam proses pertumbuhannya. Pupuk adalah
unsur hara yang diperlukan tanaman yang dapat mempengaruhi kualitas semai.
Perusahaan Milagro telah mengembangkan selama bertahun-tahun garis
khusus pupuk cair berbasis Boron yaitu Calcibor. Dalam produk ini, unsur hara
Boron ditambahkan dengan nutrisi lainnya yaitu Calcium. Calcibor mengandung
kalsium dengan boron kompleks dengan senyawa organik. Ini merangsang
pertumbuhan tanaman, meningkatkan massa akar, meningkatkan ketebalan
jaringan daun dan uap, memperpanjang umur bunga dan penetapan, dan waktu
penyimpanan pasca panen.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi Calcibor
yang terbaik pada Eucalyptus pellita di Nursery Research and Development PT.
Arara Abadi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : Tidak dipupuk
(Kontrol), 0,5 ml pupuk Calcibor/liter air, 1 ml pupuk Calcibor/liter air, 3 ml
pupuk Calcibor/liter air, 5 ml pupuk Calcibor/liter air. Setiap perlakuan diulang
sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percoban, masing-masing unit
percobaan terdiri dari 5 bibit, maka total 100 bibit. Data hasil penelitian ini
dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) menggunakan software SPSS 19
dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Calcibor pada
semua perlakuan menghasilkan persentase tumbuh bibit Eucalyptus pellita hidup
mencapai 100%. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk
Calcibor berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi bibit,
pertambahan diameter bibit dan pertambahan jumlah daun bibit Eucalyptus
pellita. Perlakuan T3 (3 ml pupuk Calcibor/liter air) adalah dosis terbaik dan
menghasilkan pertumbuhan pada bibit lebih bagus dibandingkan dengan
perlakuan dosis yang lainnya.
persyaratan yang tinggi terhadap tempat tumbuhnya, mempunyai banyak manfaat
seperti bahan baku industri pulp. Pemilihan spesies Eucalyptus pellita sebagai
pengganti disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: karena sifatnya yang
cepat tumbuh, rotasi pendek, batang lurus.
Pupuk organik cair merupakan salah satu alternatif pengganti pupuk
anorganik. Keuntungan penggunaan pupuk organik cair adalah apabila
disemprotkan ke daun dan sebagian pupuk tersebut jatuh ke tanah, masih dapat
dimanfaatkan oleh tanaman. Eucalyptus pellita membutuhkan unsur hara untuk
menunjang pertumbuhan yang seimbang. Pupuk menjadi salah satu pondasi
penting bagi Eucalyptus pellita dalam proses pertumbuhannya. Pupuk adalah
unsur hara yang diperlukan tanaman yang dapat mempengaruhi kualitas semai.
Perusahaan Milagro telah mengembangkan selama bertahun-tahun garis
khusus pupuk cair berbasis Boron yaitu Calcibor. Dalam produk ini, unsur hara
Boron ditambahkan dengan nutrisi lainnya yaitu Calcium. Calcibor mengandung
kalsium dengan boron kompleks dengan senyawa organik. Ini merangsang
pertumbuhan tanaman, meningkatkan massa akar, meningkatkan ketebalan
jaringan daun dan uap, memperpanjang umur bunga dan penetapan, dan waktu
penyimpanan pasca panen.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi Calcibor
yang terbaik pada Eucalyptus pellita di Nursery Research and Development PT.
Arara Abadi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : Tidak dipupuk
(Kontrol), 0,5 ml pupuk Calcibor/liter air, 1 ml pupuk Calcibor/liter air, 3 ml
pupuk Calcibor/liter air, 5 ml pupuk Calcibor/liter air. Setiap perlakuan diulang
sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percoban, masing-masing unit
percobaan terdiri dari 5 bibit, maka total 100 bibit. Data hasil penelitian ini
dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) menggunakan software SPSS 19
dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Calcibor pada
semua perlakuan menghasilkan persentase tumbuh bibit Eucalyptus pellita hidup
mencapai 100%. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk
Calcibor berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi bibit,
pertambahan diameter bibit dan pertambahan jumlah daun bibit Eucalyptus
pellita. Perlakuan T3 (3 ml pupuk Calcibor/liter air) adalah dosis terbaik dan
menghasilkan pertumbuhan pada bibit lebih bagus dibandingkan dengan
perlakuan dosis yang lainnya.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-04T08:33:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography