Potensi Emisi Co2 Dalam Kegiatan Pemanenan Kayu Di Hutan Tanaman Akasia (Acacia Crassicarpa) (Studi Kasus: Pt. Arara Abadi, Distrik Siak)
Kusuma, Dewa
Gas rumah kaca (GRK) adalah komponen atmosfer yang dapat terbentuk
secara alami atau hasil dari aktivitas antropogenik, memiliki kemampuan
menyerap dan memancarkan radiasi inframerah. Sektor kehutanan merupakan
salah satu pilar ekonomi Indonesia, berperan sangat penting dalam kontribusi
emisi GRK. Fokus pada Hutan Tanaman Industri (HTI), yang merupakan hutan
produksi dengan tanaman monokultur, menjadi hal yang krusial. Proses produksi
HTI melibatkan serangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan lahan hingga
pengantaran kayu ke pabrik, dengan pengelolaan menggunakan sistem mekanis
yang melibatkan teknologi canggih seperti alat berat, pompong besi, mobil, dll.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur potensi emisi karbon
(CO2) dari penggunaan bahan bakar fosil dalam kegiatan pemanenan kayu di
hutan tanaman Acacia crassicarpa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara
observasi langsung kelapangan dan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan
penelitian adalah melihat, mendengar, dan mencatat sejumlah aktivitas tertentu
atau situasi yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Observasi
lapangan dilakukan secara langsung dengan fokus pada kegiatan pemanenan hasil
hutan dan kegiatan penunjang yaitu pembukaan wilayah hutan. Adapun parameter
yang diukur adalah kebutuhan bahan bakar fosil yang digunakan dalam kegiatan
pemanenan kayu dan kegiatan penunjang lainnya. Data yang terkumpul menjadi
dasar untuk analisis potensi emisi CO2 yang terkait dengan penggunaan bahan
bakar fosil.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam kegiatan pemanenan kayu
sebesar 1 ton menghasilkan emisi CO2 sebanyak 2,12 Ton. Emisi CO2 2,12 Ton
berasal dari penggunaan bahan bakar fosil berupa solar dan bensin dari
alat/transportasi. Kegiatan pemanenan kayu yaitu, kegiatan penebangan kayu
menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,43 Ton. Kegiatan pre-bunching menghasilkan
emisi CO2 sebesar 0,43 Ton. Kegiatan delimbing dan cut-to-length menghasilkan
emisi CO2 sebesar 0,025 Ton. Kegiatan penyaradan menghasilkan emisi CO2
sebesar 0,37 Ton. Kegiatan pengangkutan kayu terbagi menjadi dua yaitu,
pertama pengangkutan kayu menggunakan tug boat menghasilkan emisi CO2
sebesar 0,39 Ton, setelah itu pengangkutan kayu menggunakan truk dengan emisi
CO2 sebesar 0,18 Ton. Kegiatan pemuatan dengan emisi CO2 sebesar 0,29 Ton.
Dari kegiatan tersebut, kegiatan pemanenan kayu dan pre-bunching merupakan
kegiatan paling besar menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,43 Ton.
Kegiatan penunjang atau pembukaan wilayah hutan (PWH) menghasilkan
emisi CO2 sebesar 1,22 Ton/Ha. Angka tersebut berasal dari penggunaan bahan
bakar fosil berupa solar dari alat berat kegiatan PWH yaitu, kegiatan perataan
jalan menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,23 Ton. Kegiatan pemadatan jalan
menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,24 Ton. Kegiatan pembersihan lahan proyek
bangunan menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,25 Ton. Kegiatan cuci kanal dengan
emisi CO2 sebesar 0,5 Ton.
secara alami atau hasil dari aktivitas antropogenik, memiliki kemampuan
menyerap dan memancarkan radiasi inframerah. Sektor kehutanan merupakan
salah satu pilar ekonomi Indonesia, berperan sangat penting dalam kontribusi
emisi GRK. Fokus pada Hutan Tanaman Industri (HTI), yang merupakan hutan
produksi dengan tanaman monokultur, menjadi hal yang krusial. Proses produksi
HTI melibatkan serangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan lahan hingga
pengantaran kayu ke pabrik, dengan pengelolaan menggunakan sistem mekanis
yang melibatkan teknologi canggih seperti alat berat, pompong besi, mobil, dll.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur potensi emisi karbon
(CO2) dari penggunaan bahan bakar fosil dalam kegiatan pemanenan kayu di
hutan tanaman Acacia crassicarpa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara
observasi langsung kelapangan dan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan
penelitian adalah melihat, mendengar, dan mencatat sejumlah aktivitas tertentu
atau situasi yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Observasi
lapangan dilakukan secara langsung dengan fokus pada kegiatan pemanenan hasil
hutan dan kegiatan penunjang yaitu pembukaan wilayah hutan. Adapun parameter
yang diukur adalah kebutuhan bahan bakar fosil yang digunakan dalam kegiatan
pemanenan kayu dan kegiatan penunjang lainnya. Data yang terkumpul menjadi
dasar untuk analisis potensi emisi CO2 yang terkait dengan penggunaan bahan
bakar fosil.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam kegiatan pemanenan kayu
sebesar 1 ton menghasilkan emisi CO2 sebanyak 2,12 Ton. Emisi CO2 2,12 Ton
berasal dari penggunaan bahan bakar fosil berupa solar dan bensin dari
alat/transportasi. Kegiatan pemanenan kayu yaitu, kegiatan penebangan kayu
menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,43 Ton. Kegiatan pre-bunching menghasilkan
emisi CO2 sebesar 0,43 Ton. Kegiatan delimbing dan cut-to-length menghasilkan
emisi CO2 sebesar 0,025 Ton. Kegiatan penyaradan menghasilkan emisi CO2
sebesar 0,37 Ton. Kegiatan pengangkutan kayu terbagi menjadi dua yaitu,
pertama pengangkutan kayu menggunakan tug boat menghasilkan emisi CO2
sebesar 0,39 Ton, setelah itu pengangkutan kayu menggunakan truk dengan emisi
CO2 sebesar 0,18 Ton. Kegiatan pemuatan dengan emisi CO2 sebesar 0,29 Ton.
Dari kegiatan tersebut, kegiatan pemanenan kayu dan pre-bunching merupakan
kegiatan paling besar menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,43 Ton.
Kegiatan penunjang atau pembukaan wilayah hutan (PWH) menghasilkan
emisi CO2 sebesar 1,22 Ton/Ha. Angka tersebut berasal dari penggunaan bahan
bakar fosil berupa solar dari alat berat kegiatan PWH yaitu, kegiatan perataan
jalan menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,23 Ton. Kegiatan pemadatan jalan
menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,24 Ton. Kegiatan pembersihan lahan proyek
bangunan menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,25 Ton. Kegiatan cuci kanal dengan
emisi CO2 sebesar 0,5 Ton.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-19T08:13:04Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography