Pengembangan Game Edukatif Berbasis Budaya Melayu Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Anak Usia 5-6 Tahun
Utami, Shyarah Febriyan Winda
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukatif berbasis budaya
Melayu Riau guna meningkatkan literasi budaya anak usia 5–6 tahun. Literasi
budaya sangat penting untuk membangun fondasi agar generasi muda tetap
mencintai dan melestarikan warisan budaya sejak usia dini. Namun, masih
terbatasnya media pembelajaran budaya lokal di PAUD yang cenderung
menggunakan metode konvensional menjadi kendala dalam menarik minat dan
pemahaman anak terhadap budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah
Research and Development (R&D). Metode penelitian yang digunakan adalah
model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi berguna untuk melihat kelayakan
game edukatif yang dikembangkan. Kelayakan game edukatif ini berdasarkan
penilaian ahli digital dan ahli di bidang PAUD secara keseluruhan mendapatkan
persentase dari ahli digital sebesar 100% , dan penilaian dari ahli di bidang PAUD
sebesar 84,09%. Hal ini menunjukkan bahwa game edukatif dari keseluruhan aspek
berdasarkan persentase penilaian kelayakan masuk dalam kategori sangat layak
digunakan. Hasil perhitungan data menunjukkan bahwa hasil lembar observasi pretest anak sebesar 44,67% , sedangkan hasil lembar kegiatan post-test anak sebesar
75,25%. Berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,001 <
0,05, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa
media game edukatif berbasis budaya Melayu efektif dalam meningkatkan literasi
budaya pada anak usia 5-6 tahun.
Melayu Riau guna meningkatkan literasi budaya anak usia 5–6 tahun. Literasi
budaya sangat penting untuk membangun fondasi agar generasi muda tetap
mencintai dan melestarikan warisan budaya sejak usia dini. Namun, masih
terbatasnya media pembelajaran budaya lokal di PAUD yang cenderung
menggunakan metode konvensional menjadi kendala dalam menarik minat dan
pemahaman anak terhadap budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah
Research and Development (R&D). Metode penelitian yang digunakan adalah
model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi berguna untuk melihat kelayakan
game edukatif yang dikembangkan. Kelayakan game edukatif ini berdasarkan
penilaian ahli digital dan ahli di bidang PAUD secara keseluruhan mendapatkan
persentase dari ahli digital sebesar 100% , dan penilaian dari ahli di bidang PAUD
sebesar 84,09%. Hal ini menunjukkan bahwa game edukatif dari keseluruhan aspek
berdasarkan persentase penilaian kelayakan masuk dalam kategori sangat layak
digunakan. Hasil perhitungan data menunjukkan bahwa hasil lembar observasi pretest anak sebesar 44,67% , sedangkan hasil lembar kegiatan post-test anak sebesar
75,25%. Berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,001 <
0,05, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa
media game edukatif berbasis budaya Melayu efektif dalam meningkatkan literasi
budaya pada anak usia 5-6 tahun.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2026
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-06-02T04:40:38Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography