PENERAPAN SRATEGI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PROSOSIAL MAHASISWA SEMESTER VI PG-PAUD FKIP UNILAK
Marta Efastri, Sean; Fadillah, Siti; Novita Sari, Yesi
Seseorang yang memiliki IQ tinggi tidak menjamin mampu menyelesaikan masalah
dalam hidupnya kecuali ia juga memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual
serta kecerdasan sosial yang baik. Melalui bermain peran (role playing), para peserta
didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara
memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para
peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai, daan berbagai strategi
pemecahan masalah. Sebagai suatu model pembelajaran, bermain peran berakar pada
dimensi pribadi dan sosial. Pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. Dengan
demikian melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilainilai demokratis. Melalui bermain peran (role playing), para peserta didik mencoba
mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan
mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat
mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai, daan berbagai strategi pemecahan masalah.
Sebagai suatu model pembelajaran, bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan
sosial. Pendekatan role playing terhadap prososial mahasiswa berada pada kategori
sedang 50 %, baik 30%, dan buruk 20%. Serta Prososial mahasiswa berada pada
kategori tinggi 50%.Semua studi yang melibatkan perilaku prososial sebagai hasil
atau prediktor menunjukkan pandangan positif terhadap kegiatan diinginkan
akademik dan hasil-hasil sosial seperti pemahaman komunikasi, menyelesaikan
sekolah, persahabatan, penerimaan orang lain, dan status pekerjaan.
Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran Role Playing, Prososial
dalam hidupnya kecuali ia juga memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual
serta kecerdasan sosial yang baik. Melalui bermain peran (role playing), para peserta
didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara
memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para
peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai, daan berbagai strategi
pemecahan masalah. Sebagai suatu model pembelajaran, bermain peran berakar pada
dimensi pribadi dan sosial. Pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. Dengan
demikian melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilainilai demokratis. Melalui bermain peran (role playing), para peserta didik mencoba
mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan
mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat
mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai, daan berbagai strategi pemecahan masalah.
Sebagai suatu model pembelajaran, bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan
sosial. Pendekatan role playing terhadap prososial mahasiswa berada pada kategori
sedang 50 %, baik 30%, dan buruk 20%. Serta Prososial mahasiswa berada pada
kategori tinggi 50%.Semua studi yang melibatkan perilaku prososial sebagai hasil
atau prediktor menunjukkan pandangan positif terhadap kegiatan diinginkan
akademik dan hasil-hasil sosial seperti pemahaman komunikasi, menyelesaikan
sekolah, persahabatan, penerimaan orang lain, dan status pekerjaan.
Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran Role Playing, Prososial
Detail Information
- Publisher
- Faculty of Teachers Training and Education University of Lancang Kuning.
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-10-21T10:12:11Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Computer Science, Information & General Works
Philosophy & Psychology
Religion
Social Sciences
Language
Pure Science
Applied Sciences
Art & Recreation
Literature
History & Geography